Presiden IOC Dikecam Usai Sebut Orang Jepang Sebagai Tiongkok Jelang Olimpiade Tokyo
dohastadiumplusqatar.com/Mohan
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Warga Jepang mengecam Presiden IOC, Thomas Bach, seperti sedang mencari lebih banyak musuh usai tanpa sengaja menyebut mereka sebagai warga Tiongkok di penampilan perdananya jelang Olimpiade Tokyo.

WowKeren - Olimpiade Tokyo akan dibuka kurang dari 10 hari ke depan. Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach bahkan sudah tiba di Jepang untuk meninjau langsung persiapan sekaligus pelaksanaan turnamen olahraga internasional tersebut.

Bach pun memberikan pidato sambutannya jelang pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Sayangnya Bach malah menjadi sasaran kecaman karena salah menyebutkan warga Jepang sebagai orang Tiongkok.

Pada kesempatan itu, Bach sebenarnya sedang menekankan pentingnya memastikan kesehatan dan keamanan seluruh pihak yang terlibat dalam Olimpiade Tokyo. Bahkan prioritas utama IOC dan komite pelaksana saat ini adalah menyelenggarakan Olimpiade Tokyo dengan aman.

Sayangnya, pidato penuh makna tersebut malah diwarnai dengan insiden salah ucap. "Untuk semua, untuk atlet, semua delegasi, dan yang terpenting untuk semua warga Tiongkok... warga Jepang," kata Bach yang segera meralat ucapannya kala menyadari salah pemanggilan, demikian dikutip dari Guardian, Rabu (14/7).


Kesalahan ucap itu sebenarnya tidak tersampaikan dalam bahasa Jepang, namun media-media lokal tetap memberitakan "silat lidah" yang dilakukan Bach. Kesalahan yang dilakukan Bach ini pun langsung membuatnya menjadi bulan-bulanan masyarakat setempat.

"Apakah dia sedang bermain-main dengan orang Jepang?" kritik seorang warganet di Twitter, dilansir dari UPI. "Dia sudah membuat semua warga Jepang menjadi musuhnya," imbuh warganet lain.

Bach sendiri tak memiliki reputasi yang baik di Jepang menyusul masih tingginya penolakan terhadap pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Media Jepang Daily Sports pada Selasa (13/7) kemarin melaporkan bahwa banyak warga berkumpul di luar hotel tempat Bach berada, membawa poster foto Bach yang sudah dicoret dan mendesaknya untuk angkat kaki dari Negeri Sakura.

Di sisi lain, IOC dan pemerintah Jepang tetap bersikeras menggelar Olimpiade Tokyo meski di tengah pandemi COVID-19. Namun dengan status Tokyo yang kembali darurat COVID-19, sebagian besar turnamen akan diselenggarakan tanpa penonton sama sekali.

IOC sendiri mengungkap 84 persen dari 11 ribu atlet yang akan mengikuti olimpiade disebut sudah menerima vaksinasi COVID-19 dosis penuh sebelum turnamen dimulai. Meski demikian, pakar kesehatan masih mengkhawatirkan adanya potensi penularan virus Corona bila banyak orang berkumpul.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts