Jatim 'Membara' 33 Zona Merah, Khofifah Minta Maaf Soal Penanganan COVID-19
Instagram/khofifah.ip
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Data per Selasa (20/7) menunjukkan 33 kabupaten/kota Jawa Timur masuk zona merah COVID-19 sedangkan 5 lainnya zona oranye. Lonjakan kasus positif memang tengah terjadi di Jatim.

WowKeren - Sejak awal pandemi COVID-19 merebak, Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang sangat terdampak. Bahkan pada Selasa (20/7) kemarin saja, Jatim melaporkan sebanyak 33 kabupaten/kota di wilayahnya masuk zona merah COVID-19 alias berisiko tinggi penyebaran wabah.

Padahal pada pekan lalu, zona merah di Jatim hanya ada 19 kabupaten/kota. Dengan demikian, hanya ada 5 daerah yang masuk zona oranye alias risiko sedang penularan wabah COVID-19, yaitu Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

"Pekan ini ada 33 daerah, setelah pekan lalu 19 daerah," tutur Anggota Satuan Tugas Kuratif COVID-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril, Rabu (21/7). "Lalu ada lima daerah zona oranye atau berisiko sedang."

Ada 15 indikator dari Gugus Tugas COVID-19 pusat untuk menentukan zonasi risiko dari suatu wilayah. Dan hasilnya, tidak ada zona kuning apalagi hijau sama sekali di Jatim, dan malah provinsi tersebut "membara".


Situasi ini turut ditanggapi pemerintah pusat dengan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai 25 Juli 2021. Dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa pun meminta maaf karena memahami perpanjangan PPKM Darurat seperti ini tak akan mudah bagi masyarakat.

"(Karena itu) Atas nama Pemprov Jatim, saya meminta maaf jika penanganan COVID-19 di Jatim belum dapat memuaskan seluruh masyarakat," ungkap Khofifah di Instagram-nya, Selasa (20/7). Mantan Menteri Sosial itu memastikan bahwa seluruh pejabat terkait di Jatim telah bekerja semaksimal mungkin untuk memutus penyebaran wabah COVID-19 juga mempercepat vaksinasi.

"Saya memohon kerjasama seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi seluruh peraturan selama pelaksanaan PPKM Darurat," ajak Khofifah. "Tetap disiplin protokol kesehatan, dan segera mengikuti vaksinasi."

"Kepada semua warga Jawa Timur tetaplah semangat. Pengurus RT, RW, Kamituwo tetaplah di garda depan melayani warga terutama yang sedang isoman," sambungnya. "Semoga Allah SWT meringankan beban kita, membukakan pintu untuk menyeleseikan masalah ini serta melindungi kita semua dan bangsa ini. Aamiin."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts