Gaduh Isu Pengadaan Laptop Spek 'Murah' Rp10 Juta, Kemendikbudristek Beri Klarifikasi
YouTube/Acer DACH
Nasional

Kemendikbudristek memberikan klarifikasi setelah heboh pengadaan laptop Rp10 juta dengan produk yang spesifikasinya diklaim hanya senilai Rp5 jutaan. Begini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berencana untuk mengadakan laptop bagi para pelajar. Sebuah program yang mulia tentu saja, namun belakangan disorot karena nilai per laptopnya yang dianggap tidak masuk akal.

Publik menyoroti pengadaan laptop yang sampai Rp10 juta per buah. Sedangkan spesifikasi barang yang akan dibeli, menurut berbagai sumber yang diungkap warganet, tidak sebanding dengan harganya.

Mereka menilai dengan spesifikasi laptop yang diincar Kemendikbudristek, harga per laptop mungkin di bawah Rp5 juta. Isu liar ini pun menjadi ramai di lini masa media sosial dan kini ditanggapi oleh Kemendikbudristek.

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri, menegaskan bahwa harga per unit laptop bukan pasti Rp10 juta. "Harga tidak ditentukan Rp10 juta. Sangat tergantung pengadaan di e-katalog-nya," terang Samsuri kepada Kompas, Jumat (30/7).


Samsuri menyebutkan, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Pausdamen) Kemendikbudristek sudah mengestimasikan harga per laptop dan tidak sampai Rp10 juta. "Informasi dari Paudasmen perkiraan sekitar Rp5 sampai Rp6 juta ya," papar Samsuri.

Sedangkan untuk vendor yang terlibat dalam pengadaan laptop ini, menurut Samsuri, dipastikan bukan hanya Zyrex. Dan hal lain yang diklarifikasi Samsuri adalah bahwa pengadaan laptop ini bukan sebagai "Laptop Merah Putih".

"Beda, (laptop) Merah Putih itu istilahnya laptop yang sedang dikembangkan," ujar Samsuri. "Jadi beda yang sekarang proses pengadaan. Yang disebut Laptop Merah Putih itu adalah laptop yang pure inisiatif akan dikembangkan murni oleh konsorsium riset perguruan tinggi."

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat dalam konsorsium yang dimaksud adalah ITB, ITS, dan UGM. Lebih spesifik dijelaskan, laptop produksi dalam negeri yang dimaksud adalah akan mendapat sertifikat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Sementara laptop yang akan diadakan Kemendikbudristek adalah bagian dari bantuan TIK melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). "Adapun total belanja TIK sektor pendidikan tahun 2021 senilai Rp3,7 triliun dengan rincian sebesar Rp1,3 triliun dari anggaran Kemendikbudristek dan Rp2,4 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2021," pungkas Samsuri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts