Vaksin Merah Putih Jadi Solusi Jangka Panjang COVID-19 RI, Siap Produksi 2021?
AFP/Natalia Kolesnikova
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin Merah Putih dipersiapkan untuk memberi kekebalan jangka panjang terhadap wabah COVID-19 di Indonesia. Lantas kapan vaksin dalam negeri ini siap diproduksi?

WowKeren - Menteri BUMN Erick Thohir kembali membagikan perkembangan terkini soal Vaksin Merah Putih. Pasalnya vaksin ini sendiri digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang perlindungan terhadap wabah COVID-19 Indonesia.

Erick mengungkap bahwa saat ini vaksin masih dalam tahap uji praklinik. Lantas mungkinkah vaksin tersebut akan diproduksi pada 2021?

Rupanya Erick sendiri menarget bahwa vaksin tersebut bisa diproduksi pada pertengahan tahun 2022 mendatang. "Kami usaha ya, mudah-mudahan di pertengahan tahun depan bulan Mei-Juni kita bisa mulai (produksi)," terang Erick pada Jumat (30/7).

Pernyataan Erick ini sejalan dengan yang sempat disampaikan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, selaku yang akan memproduksi Vaksin Merah Putih ke depannya, Honesti menyebut Vaksin Merah Putih masih harus melalui serangkaian uji klinis setelah menjalani uji praklinik.


"Ditargetkan nanti Maret 2022 terutama yang vaksin BUMN yang dikembangkan oleh Bio Farma itu sudah mendapatkan EUA dari Badan POM," sambung Honesti dalam rapat dengar pendapatnya bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (7/7). "Sehingga bulan April 2022 kita boleh produksi 2022."

Sedangkan dalam pernyataan hari ini, Erick juag menyebut soal perkembangan lini produksi Bio Farma. Menurutnya Bio Farma awalnya hanya memiliki 1 miliar produksi, namun kini sudah bertambah 500 juta produksi.

"250 juta sudah produksi sekarang, salah satunya kami convert yang tadinya bahan baku Sinovac menjadi vaksin, yang 250 juta masih tentu proses perizinan dari BPOM," jelas Erick. "Nah yang ini fasilitas-fasilitas ini yang kita bisa untuk Vaksin Merah Putih."

Vaksin COVID-19 dalam negeri memang terus digencarkan pengembangannya. Selain Vaksin Merah Putih, Vaksin Nusantara yang digagas eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto masih terus dilanjutkan penelitiannya, bahkan hari ini disuntikkan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Vaksin ini memakai metode dendritik. Bahan dasarnya berasal dari sel darah saya sendiri. Setelah sel itu melalui proses di laboratorium, sel darah tersebut kembali dimasukkan ke dalam tubuh saya," beber Moeldoko di Instagram-nya, menjelaskan langkah-langkah pembuatan vaksin tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts