Seluruh Gerai Giant Resmi Ditutup Mulai Besok!
Nasional

Setelah resmi menutup seluruh gerai Giant, PT Hero Supermarket Tbk akan fokus ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.

WowKeren - PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) memastikan bahwa seluruh gerai Giant akan ditutup per akhir Juli 2021. Dengan demikian, tidak akan ada gerai Giant yang buka mulai Minggu (1/8) besok.

"Betul, sesuai dengan yang telah kami sampaikan sebelumnya, seluruh Gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," tutur Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto, kepada detikcom pada Sabtu (31/7).

Total ada 395 gerai supermarket Giant yang akan tutup. Adapun manajemen PT Hero Supermarket Tbk sebelumnya telah mengumumkan rencana penutupan seluruh gerai Giant pada Mei 2021 lalu sebagai tindak lanjut strategis atas seluruh lini bisnis Hero Supermarket.

Ke depannya, pihak perusahaan akan fokus ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Ketiganya disebut memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding Giant.


Menurut Diky, hasil peninjauan strategis perusahan menunjukkan bahwa pola belanja konsumen telah beralih dari format hypermarket semacam Giant. Bisnis layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, serta pasar premium kebutuhan sehari-hari seperti IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif.

"Berdasarkan tinjauan strategis perusahaan, kami melihat peralihan konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, kami melihat potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif di sektor layanan furnitur rumah tangga yang disediakan IKEA," ungkapnya. "Kecantikan dan kesehatan melalui Guardian, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari melalui Hero Supermarket."

Sementara itu, Kementerian Kesehatan memastikan akan terus mengawal proses rencanan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Giant yang tutup. Kemnaker akan memastikan bahwa para karyawan mendapat hak-hak mereka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Setidaknya, ada 2.700 karyawan Giant yang akan mengalami PHK.

"Bahwa penutupan Giant Hypermarket merupakan keputusan bisnis sebagai akibat pandemi COVID-19 dan persaingan usaha, serta melihat potensi pertumbuhan lebih tinggi ke arah brand lain," jelas Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, beberapa waktu lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts