'Prank' Sumbangan Rp2 T Diduga Bukan Pertama Kali, Menantu Akidi Tio Bantah dan Ungkap Fakta Asli
Nasional

Saat ini sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio kembali menjadi sorotan karena diduga bohong belaka. Bahkan Polda Sumsel sempat menyebut ini bukan kebohongan pertama yang dibuat.

WowKeren - Perkara sumbangan bernilai fantastis Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio tengah menjadi pembicaraan panas. Sebab setelah dinanti lama dan bantuan tersebut tak kunjung cair, kini ganti Heriyanti putri Akidi berurusan dengan pihak kepolisian. Rupanya beredar dugaan bahwa sumbangan itu bohong belaka.

Bahkan Polda Sumatera Selatan menyebut prank sumbangan bernilai besar ini merupakan hoaks yang kedua kali dibuat oleh Heriyanti. "Tersangka ini sudah lama kita selidiki, dan ini adalah kali kedua tersangka melakukan tindakan seperti ini," ujar Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro Sik, Senin (2/8).

Namun klaim bahwa kebohongan semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan Heriyanti dibantah oleh sang suami, Rudi Sutadi. Rudi menyebut uang senilai Rp2 triliun tersebut ada namun memang tidak bisa cair sekaligus.

Menurut Rudi, uang tersebut sebenarnya ada namun berada di sebuah bank di Singapura. "Ada uangnya di Bank Singapura, prosesnya panjang, tidak bisa sekaligus," tutur Rudi, dikutip pada Rabu (3/8).


Rudi membenarkan bahwa banyak pembicaraan beredar soal keluarganya yang dianggap telah membuat kegaduhan publik. Namun bagi Rudi, yang terpenting adalah kebenarannya.

"Macam-macam omongan yang masuk ke saya, tapi yang penting realitanya. Dio ngomongi (dia menyebut) kami jahat, dio dewek (dia sendiri) jahat," terang Rudi. "Jadi tunggu saja, orang-orang harus sabar soalnya yang dicairkan ini jumlahnya banyak, jadi tak bisa sekaligus."

Kini Heriyanti, suaminya Rudi Sutadi, dan anak mereka sudah dipulangkan pihak kepolisian sejak Senin malam. Mereka telah diperiksa selama 8 jam, dan saat ini berstatus wajib lapor serta sejumlah polisi juga dikerahkan untuk menjaga di sekitar rumah keluarga Heriyanti.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Heriyanti disebut telah menjadi tersangka. Namun kini status tersangka atas Heriyanti masih simpang-siur, begitu pula dengan motifnya bila benar melakukan hoaks yang masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Untuk motif masih dalam pemeriksaan. Penyidik sedang menguji motif tersangka Heriyanti," papar Ratno.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts