Ahli memperkirakan pada 11 Agustus, rata-rata harian untuk minggu ini akan menjadi 6.129, sedangkan pada 18 Agustus, angka tersebut akan meroket menjadi 10.909.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 Agustus 2021 - 12:57 WIB
WowKeren - Perkembangan kasus COVID-19 Jepang masih menjadi perhatian, terutama ketika ibu kota negara tersebut kini tengah menggelar Olimpiade yang banyak menuai kritikan. Ahli panel penasihat pemerintah Tokyo memperingatkan bahwa kota itu dapat mencatat lebih dari 10.000 kasus harian COVID-19 dalam waktu dua minggu ke depan.
Panel ahli pada sebuah pertemuan memperingatkan bahwa penyebaran kasus virus corona baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dan eksplosif sekarang sedang berlangsung di ibu kota. Hal ini didasarkan pada pola penyebaran varian delta yang sangat cepat.
Anggota panel Norio Omagari, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di bawah Pusat Nasional untuk Kesehatan dan Kedokteran Global, mempresentasikan perhitungan rata-rata jika tren saat ini berlanjut. Pada 11 Agustus, rata-rata harian untuk minggu ini akan menjadi 6.129, sedangkan pada 18 Agustus, angka tersebut akan meroket menjadi 10.909.
"Itu berarti satu dari setiap 1.000 penduduk Tokyo terinfeksi," kata Omagari. "Ada kebutuhan untuk berbagi rasa krisis tentang seperti apa realitas saat ini."
Panel juga mengamati bahwa 3.399 warga Tokyo dirawat di rumah sakit pada 4 Agustus. Rata-rata harian kasus yang dilaporkan oleh dinas kesehatan masyarakat setempat mengenai tidak adanya tempat tidur rumah sakit terbuka untuk pasien COVID-19 mencapai 450, jauh lebih tinggi dari 270 pada minggu sebelumnya.
Masataka Inokuchi, wakil ketua Asosiasi Medis Tokyo, menilai ada banyak kasus di mana pasien diminta untuk memulihkan diri di rumah karena tidak ada tempat tidur rumah sakit yang tersedia. "Kita harus lebih memperkuat mekanisme tindak lanjut sehingga kita dapat memahami lebih awal ketika kondisi orang-orang di rumah tiba-tiba memburuk," ujarnya.
Dengan begitu, hal tersebut akan memungkinkan dilakukannya perawatan medis untuk mencegah mereka yang menjalani pemulihan di rumah mengembangkan gejala yang serius. Sementara itu, penyelenggara melaporkan klaster COVID-19 pertama di lingkungan Olimpiade Tokyo 2020 pada Rabu (4/8). Klaster tersebut terdiri dari beberapa kasus positif COVID-19 di antara tim renang artistik Yunani.
(wk/zodi)