Seperti yang diketahui, Olimpiade Tokyo 2020 telah berakhir pada Minggu (8/8) kemarin. Baru satu hari Olimpiade berakhir, ribuan kasus baru COVID-19 telah dilaporkan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 09 Agustus 2021 - 18:38 WIB
WowKeren - Olimpiade Tokyo 2020 telah berakhir dan upacara penutupan digelar pada Minggu (8/8) kemarin. Upacara penutupan itu pun digelar secara meriah meski tidak dihadiri oleh penonton. Kemudian parade logo 3D menjadi sorotan publik.
Mengingat Olimpiade Tokyo 2020, berlangsung di tengah pandemi COVID-19, hal ini pun membawa dampak tersendiri. Satu hari setelah upacara penutupan, angka kasus COVID-19 di Tokyo kembali bertambah.
Pada Senin (9/8), Tokyo melaporkan 2.884 kasus baru COVID-19, dan 3 kasus kematian. Hal ini diungkapkan oleh Pejabat Kesehatan Metropolitan. Sementara untuk jumlah penambahan kasus COVID-19 merupakan angka tertinggi.
Angka kasus harian COVID-19 di Tokyo itu mengalami kenaikan sebesar 689 kasus dibandingkan dengan pekan lalu. Kemudian untuk rata-rata tujuh hari kasus baru COVID-19 selama satu minggu ini, mencapai 4.135 kasus atau naik 28,7 persen dari minggu sebelumnya.
Dari total kasus baru yang dilaporkan, 982 di antaranya merupakan pasien berusia 20 tahun-an. Kemudian, 566 pasien berusia 30 tahun-an, 436 pasien berusia 40 tahun-an, 318 pasien berusia 50 tahun-an, dan pasien remaja sebanyak 262 kasus. Sedangkan pasien COVID-19 lanjut usia (lansia) ada 97 orang.
Sementara itu, Prefektur Osaka mencatat ada sekitar 955 kasus COVID-19 baru pada 9 Agustus. Hal ini merupakan kali pertamanya terjadi dalam tujuh hari atas kasus COVID-19 harian turun di bawah seribu. Akan tetapi, angka tersebut masih lebih tinggi 2 kali lipat dibandingkan minggu lalu.
Seperti yang diketahui, saat Olimpiade masih berlangsung, sejumlah atlet diketahui terpapar COVID-19. Kemudian pihak penyelenggara melaporkan klaster pertama COVID-19 di Olimpiade Tokyo 2020 terjadi pada 4 Agustus lalu. Adapun klaster tersebut muncul dari beberapa kasus yang menimpa tim renang artistik Yunani.
Terkait klaster pertama COVID-19 Olimpiade Tokyo 2020 itu disampaikan oleh Masanori Takaya selaku Juru Bicara Panitia Penyelenggara. Sedangkan untuk total kasus COVID-19 terkait Olimpiade mencapai lebih dari 300 kasus. "Saya harus mengatakan itu adalah sebuah klaster," tutur Takaya pada saat itu.
(wk/tiar)