Menteri Kesehatan Korsel Kwon Deok-cheol meminta masyarakat untuk tetap berdiam di rumah selama libur Hari Kemerdekaan yang dimulai Jumat (13/8) besok.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:02 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Korea Selatan mengalami peningkatan belakangan ini. Bahkan untuk pertama kalinya sejak pandemi, Korsel mencatatkan kasus COVID-19 harian di atas 2.000
Pada Rabu (11/8), Korsel mencatat 2.223 kasus positif COVID-19 baru dalam sehari. Lebih dari 1.400 kasus di antaranya berasal dari wilayah metropolitan Seoul.
Menteri Kesehatan Korsel Kwon Deok-cheol meminta masyarakat untuk tetap berdiam di rumah selama libur Hari Kemerdekaan yang dimulai Jumat (13/8) besok. "Dalam perjuangan kita melawan COVID-19, kita memasuki fase baru, krisis baru," ujar Kwon Deok-cheol dilansir AP News.
Di sisi lain, Korsel telah melaporkan dua kasus COVID-19 Varian Delta Plus pertamanya ke publik pada awal bulan Agustus ini. Varian tersebut merupakan mutasi Varian Delta yang sangat menular.
Varian Delta Plus pertama kali dikonfirmasi pada seorang pria berusia 40-an pada 26 Juli. Pria tersebut dilaporkan tidak bepergian ke luar negeri. Putra pria tersebut juga terinfeksi COVID-19, namun bukan Varian Delta Plus.
Sementara itu, kasus Varian Delta Plus kedua ditemukan pada seorang pria berusia 50-an. Pria tersebut dilaporkan pergi ke Amerika Serikat dan kembali ke Korsel pada 23 Juli. Kedua pasien Varian Delta Plus tersebut dilaporkan sudah menerima dua dosis Vaksin AstraZeneca.
Sebagai informasi, Varian Delta Plus adalah sub-garis keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, dan telah memperoleh mutasi protein lonjakan yang disebut K417N. Hanya segelintir negara yang telah melaporkan kasus Delta Plus sejauh ini, termasuk Inggris, Portugal dan India. Beberapa waktu lalu, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengungkapkan bahwa kasus Varian Delta Plus juga sudah ditemukan di Indonesia.
Delta Plus sendiri masih dipelajari, tetapi beberapa ilmuwan mengatakan bahwa varian tersebut mungkin lebih menular. Adapun Korsel sendiri sejauh ini telah menyuntikkan setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 ke 42 persen populasinya.
(wk/Bert)