Setelah cukup lama menerapkan lockdown, New Zealand akhirnya mengumumkan akan membuka kembali penerbangan internasional secara bertahap pada awal 2022 nanti.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 18:05 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 yang menyerang negara-negara di dunia membuat masing-masing pemerintah membuat kebijakan dalam menanganinya, tak terkecuali New Zealand. Selama pandemi berlangsung, New Zealand menerapkan kebijakan penguncian wilayah atau lockdown.
Pada Kamis (12/8), Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern mengumumkan rencananya yang akan kembali membuka perbatasan untuk perjalanan bebas karantina mulai awal 2022. Ia pun menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil untuk memulai kembali perjalanan internasional secara bertahap selama kuartal pertama tahun 2022.
Ardern menyampaikan dalam mewujudkan dan mencapai tujuannya untuk kembali membuka perjalanan internasional, vaksinasi COVID-19 menjadi kuncinya. Pihaknya pun aka meningkatkan kampanye untuk melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap semua kalangan dan umur.
Adapun pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk semua kelompok secara massal akan digelar kembali pada awal September mendatang. Kemudian pejabat kesehatan juga akan memastikan lebih banyak warga memiliki setidaknya kekebalan parsial sesegera mungkin.
Selain untuk membuka kembali penerbangan atau perjalanan internasional, vaksinasi COVID-19 juga bertujuan untuk melindungi masyarakat dari paparan varian Delta. Seperti yang diketahui, varian Delta ini menyebar dengan sangat cepat.
"Saya sebelumnya telah mengatakan bahwa perbatasan telah bertindak seperti baju besi kolektif untuk New Zealand yang melindungi kita dari virus," tutur Ardern. "Trik dengan vaksinasi adalah untuk pindah ke masing-masing dari kita memiliki baju besi individu, yang berarti kita perlu mengandalkan atau setidaknya divaksin COVID-19. Hanya saja, di perbatasan vaksin adalah game changer di masa pandemi ini."
Lebih lanjut, Ardern menerangkan bahwa agar bisa mewujudkan perjalanan internasional yang aman, maka diperlukan lebih banyak orang yang divaksin COVID-19. "Tetapi, agar mereka berhasil, kita membutuhkan sebanyak mungkin orang yang divaksinasi," imbuhnya.
Melalui pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya pada Kamis (12/8) hari ini, Ardern mengatakan bahwa vaksinasi merupakan hal yang paling penting untuk melindungi masyarakat dari paparan virus COVID-19. Selain itu, juga bisa membantu mempercepat pemulihan perekonomian suatu negara, serta mengurangi risiko menerapkan lockdown.
(wk/tiar)