Melalui postingan di Facebook, Kedubes Israel menegaskan bahwa membandingkan manfaat kesehatan yang jelas dari vaksinasi dengan Holocaust adalah hal yang tidak dibenarkan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 13 Agustus 2021 - 15:04 WIB
WowKeren - Kedutaan Besar Israel di Singapura murka menanggapi sebuah postingan di media sosial baru-baru ini. Postingan tersebut menyamakan kampanye vaksinasi dan masalah terkait vaksinasi lainnya seperti Holocaust.
Seperti diketahui, Holocaust adalah genosida yang dilakukan oleh rezim Nazi di Jerman. Tragedi ini menyebabkan kematian 6 juta orang Yahudi, dan banyak tawanan perang, Romawi, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa, dan lainnya.
Melalui postingan di Facebook, Kedubes Israel menegaskan bahwa membandingkan manfaat kesehatan yang jelas dari vaksinasi dengan Holocaust adalah hal yang membuatnya tidak nyaman. Selain itu, Kedubes juga menilai jika perbandingan itu seakan meremehkan betapa mengerikannya Holocaust itu sendiri.
"Kedutaan Besar Israel di Singapura mengecam keras postingan baru-baru ini yang beredar di media sosial," bunyi postingan itu. "Yang menyamakan kampanye vaksinasi dan isu terkait vaksin lainnya dengan Holocaust."
"Holocaust adalah genosida yang dilakukan oleh rezim Nazi untuk membantai 6 juta orang Yahudi yang tidak bersalah" tegas Kedubes dalam postingannya. "Dan membandingkan manfaat kesehatan yang jelas dari vaksinasi yang telah menguntungkan miliaran orang di seluruh dunia tidak hanya menimbulkan perasaan tak nyaman, tetapi juga Distorsi Holocaust dengan meremehkan kengerian Holocaust."
Oleh sebab itu, pihak Kedubes mewanti-wanti pengguna untuk tidak begitu saja membagikan konten semacam itu. Disebutkan bahwa tidak ada tragedi yang semengerikan Holocaust.
"Kami mendesak orang lain untuk berpikir dua kali sebelum membagikan ulang konten tersebut," jelas postingan itu. "Tidak ada yang setara dengan tragedi yang terjadi selama Holocaust.".
Adapun postingan itu muncul sehari setelah politisi lokal Brad Bowyer mengumumkan pengunduran dirinya dari Progress Singapore Party (PSP). Sebelumnya, Bowyer membagikan postingan yang merujuk pada Holocaust di platform media sosialnya. Di berbagai bagian komentar, Bowyer berulang kali merujuk pada pandemi COVID-19 dan program vaksinasi nasional Singapura dalam argumen dengan para komentator.
(wk/zodi)