Ratusan Pekerja Harian Bhutan Yang Tinggal Di India Kehilangan Pekerjaan Imbas Penutupan Perbatasan
AFP
Dunia

Pandemi COVID-19 membawa dampak besar terhadap kehidupan perekonomian masyarakat menengah bawah, seperti pekerja harian. Banyak dari mereka yang harus rela kehilangan pekerjaan imbas kebijakan pemerintah.

WowKeren - Pandemi COVID-19 di negara-negara dunia hingga saat ini masih belum berakhir. Masing-masing pemerintah pun menerapkan kebijakan untuk menangani pandemi ini.

Adapun salah satu kebijakan yang diterapkan adalah menutup perbatasan dari luar atau juga penguncian wilayah (lockdown). Saat ini diketahui perbatasan India-Bhutan di Distrik Chirang Assam, tengah ditutup.

Penutupan perbatasan India-Bhutan itu tentunya menimbulkan dampak tersendiri. Penduduk desa lainnya yang mendiami di sekitar hutan hijau lebat Chirang pun tengah menunggu perbatasan itu dibuka lagi. Hal ini dikarenakan mereka kehilangan mata pencaharian selama perbatasan ditutup.

Larangan masuk ke wilayah Bhutan itu menyebabkan hilangnya mata pencaharian ratusan penduduk Chirang, yang secara legal melintasi perbatasan untuk mencari nafkah harian. Kepala Desa Hatisar di Kirg, Ram Hambron menyampaikan keresahannya selama perbatasan ditutup.


"Hidup kami menjadi stagnan selama 15 bulan terakhir, kami telah berjuang untuk mencari sumber pendapatan alternatif," ungkap Ram kepada Al Jazeera. Sebagai informasi, penutupan perbatasan India-Bhutan itu telah dimulai sejak 25 Maret 2020 lalu.

Letak Desa Hambron sendiri berjarak 2 km dari perbatasan internasional India-Bhutan. Setiap harinya, warga desa itu melewati perbatasan tersebut untuk bekerja sebagai tukang batu di Bhutan saat sebelum pandemi COVID-19.

Terkait kondisi perekonomiannya, dapat dilihat dari lubang di jalanan yang bergelombang, restoran-restoran kosong, pondok-pondok dan toko-toko di sepanjang Gelephu-Dadgiri adalah kesaksian kesulitan ekonomi masyarakat selama pandemi. Belum lama ini, kondisi pasar yang sebelumnya sepi, kini mulai terlihat ramai kembali.

Saat ini, antrean kecil pengemudi truck India selalu terlihat menunggu persetujuan dari Polisi Kerajaan Bhutan untuk memasuki wilayahnya dalam mengirimkan barang-barang penting. Akan tetapi, tidak semua pekerja bisa memasuki wilayah tersebut, termasuk penduduk Dadgiri.

"Kami semua menunggu pemerintah Bhutan mengizinkan kami memasuki negara ini dan bekerja," tutur salah seorang warga desa, Pranali Sutradhar. "Saya tidak punya pekerjaan dan menghabiskan hampir semua tabungan saya. Saya khawatir, segera saya tidak akan punya apa-apa untuk memberi makan anak-anak saya."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait