Hingga saat ini, asal usul COVID-19 masih menjadi sebuah pertanyaan dan misteri bagi semua negara, termasuk WHO. WHO sendiri masih terus mengulas terkait asal mula kemunculan COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 13 Agustus 2021 - 19:44 WIB
WowKeren - Asal-usul COVID-19 hingga saat ini masih menjadi misteri. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa memaksa Tiongkok untuk memberikan data yang lebih banyak terkait virus Corona (COVID-19).
Kini, ilmuwan WHO kembali menyoroti terkait dugaan asal usul COVID-19 yang berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan. Pada Kamis (12/8) kemarin, muncul film dokumenter mengenai asal usul COVID-19 di TV Denmark.
Seperti yang diketahui, Tiongkok sebelumnya bereaksi keras terhadap pernyataan yang menyatakan bahwa COVID-19 berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan. Akan tetapi, menurut Kepala Misi WHO yang menyelidiki asal usul COVID-19, menyebut bahwa hal tersebut menjadi asumsi atau kemungkinan dasar.
"Seorang karyawan lab terinfeksi saat bekerja di gua kelelawar yang mengumpulkan sampel. Skenario seperti itu, meskipun merupakan kebocoran laboratorium, juga sesuai dengan hipotesis pertama kami tentang penularan langsung virus dari kelelawar ke manusia," tutur Peter Ben Embarek kepada saluran publik Denmark, TV2. "Ini adalah hipotesis yang kami anggap mungkin."
Embarek menyatakan bahwa fase pertama studi WHO terkait asal usul COVID-19 yang dilakukan pada awal tahun, pada 29 Maret 2021, menyimpulkan bahwa hipotesis insiden laboratorium tetap "sangat tidak mungkin". Namun, ia menyampaikan bahwa ada kesulitan bagi timnya ketika mendiskusikan hal tersebut dengan para ilmuwan Tiongkok.
Sementara itu, Embarek mengatakan bahwa tidak ada satu pun kelelawar yang diduga menjadi reservoir virus COVID-19 yang hidup di alam liar Wuhan. Satu-satunya kemungkinan orang yang mendekati kelelawar jenis ini adalah karyawan laboratorium Wuhan.
Pada Kamis (12/8), WHO kembali mendesak Tiongkok untuk meminta data mentah dari kasus COVID-19 paling awal untuk membantu penyelidikan asal usul pandemi, serta merilis data untuk mengatasi teori kebocoran laboratorium. Tidak hanya Tiongkok, WHO juga mendesak semua negara untuk mendepolitisasi pencarian asal usul pandemi.
Dalam pernyataan WHO, pihaknya menegaskan bahwa pencarian asal usul pandemi tidak boleh dijadikan latihan untuk menyalahkan, menuding, atau menilai poin politik. Maka dari itu, seluruh negara diharapkan bisa ambil andil dalam penyelidikan.
(wk/tiar)