Hujan di atas lapisan es tertinggi ini bukan merupakan pertanda yang baik. Ahli glasiologi mengatakan air justru akan membuat lapisan es lebih rentan terhadap pencairan permukaan.
- Zodiak Yanuarita
- Minggu, 22 Agustus 2021 - 22:37 WIB
WowKeren - Hujan dilaporkan turun di titik tertinggi lapisan es Greenland untuk pertama kalinya. Pada Sabtu (14/8), seorang staf di Stasiun Puncak National Science Foundation terbangun karena bunyi rintik hujan.
Sebelumnya, tidak ada catatan mengenai turunnya hujan di bentang alam setinggi 3.216 meter di atas permukaan laut tersebut. The Washington Post melaporkan jika peristiwa curah hujan begitu luar biasa sehingga bahkan para peneliti di puncak tidak memiliki alat pengukur hujan yang tepat untuk mengukurnya.
Pusat Data Salju dan Es Nasional mengatakan bahwa peristiwa hujan tersebut mengalirkan 7 miliar ton air ke lapisan es. Ini adalah volume yang terberat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1950. Terkait faktor yang menyebabkan turunnya hujan, hal ini terjadi karena kenaikan suhu di atas titik beku. Meskipun Greenland kadang-kadang mengalami presipitasi, namun belum pernah diketahui terjadi hujan di puncaknya.
Sayangnya, hujan di atas lapisan es tertinggi ini bukan merupakan pertanda yang baik untuk lapisan es. Ahli glasiologi di Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia Indrani Das mengatakan air justru akan membuat lapisan es lebih rentan terhadap pencairan permukaan.
Reuters melaporkan bahwa air adalah penyerap panas yang baik mengingat air lebih hangat dari salju dan juga kurang reflektif. Dan lagi-lagi, ini merupakan dampak lain dari pemanasan global.
Wakil ketua ilmuwan pusat itu Twila Moon mengatakan bahwa peristiwa hujan di puncak Greenland hanya satu dari banyak "lonceng alarm" yang menandakan perlunya mengurangi emisi gas rumah kaca. Hujan terjadi bersamaan dengan menghangatnya suhu yang naik di atas titik beku untuk ketiga kalinya dalam waktu kurang dari satu dekade.
Antartika dan Greenland adalah rumah bagi dua lapisan es di Bumi, yang menampung lebih dari 99 persen es air tawar di Bumi. Iklim bumi yang memanas membuat Greenland kehilangan lebih banyak es daripada yang diperolehnya setiap tahun. Lapisan es Greenland terbentuk dari akumulasi salju.
(wk/zodi)