Bupati PPU Ungkap Alasan Bangun Rumah Dinas yang Telan Dana Rp 34 Miliar
Nasional

Rumah Dinas yang berlokasi di jalan pesisir pantai Kelurahan Sungai Paret, Kecamatan Penajam, Kaltim tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 34 miliar meski belum selesai 100 persen.

WowKeren - Pembangunan rumah dinasi Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menuai perhatian. Melansir Antaranews, rumdin yang berlokasi di jalan pesisir pantai Kelurahan Sungai Paret, Kecamatan Penajam tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 34 miliar meski belum selesai 100 persen.

Abdul Gafur Mas'ud selaku Bupati PPU lantas buka suara mengenai proyek pembangunan rumdin tersebut. Gafur mengaku dirinya menargetkan pembangunan rumdin tersebut rampung 100 persen tahun ini.

"Emang dia belum 100 persen, tapi kalau enggak salah sudah 88 persen katanya," ungkap Gafur dilansir detikcom pada Senin (23/8). "Kalau saya sih harus rampung tahun ini, saya mewajibkan rampung tahun ini."

Menurut Gafur, pimpinan daerah di PPU selama ini belum memiliki rumah dinas, berbeda dengan kabupaten lainnya. Oleh sebab itu, pihaknya berniat membangun rumdin tersebut.


"Kabupaten lain itu punya semua, kabupaten Kubar, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Balikpapan. Kalau Balikpapan oke lah ya karena kota tua, Samarinda kota tua tapi yang baru-baru itu sudah punya rumah dinas semua," jelasnya. "Kabupaten Penajam Paser Utara itu sudah 20 tahun enggak punya rumah dinas, jadi kita membuat rumah dinas."

Gafur mengungkapkan bahwa pembangunan rumdin Bupati PPU sendiri sebenarnya telah direncanakan dan dianggarkan sejak lama. Hanya saja, pembangunannya baru dimulai pada tahun 2020.

"Karena pejabat yang lalu enggak tahu kenapa saya, belum dibuat-buat. Padahal anggarannya sudah tembus Rp 3 triliun, Rp 2,8 triliun tapi kabupaten kita enggak pernah," terangnya. "Saya inginkan untuk martabat kita sendiri kabupaten kita harus punya rumah dinas."

Lebih lanjut, Gafur mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan Gedung Rumah PKK sebagai rumah dinas sejak menjabat sebagai Bupati PPU. Oleh sebab itu, Gafur ingin rumdin Bupati PPU segera terealisasi. Bukan untuk rumah pribadi, Gafur menegaskan rumah bernilai fantastis tersebut ditujukan untuk Bupati yang tengah menjabat.

"Kalau saya begitu saya menjabat, saya tidak mau mengontrak rumah. Saya pakai gedung yang tidak terpakai, rumahnya rumah PKK. Itulah yang saya jadikan rumah dinas, sudah hampir 3 tahun. Di tahun 2020 saya minta supaya ada rumah dinasnya Bupati Penajam Paser Utara," pungkasnya. "Kan itu bukan rumah pribadi itu, rumahnya bupati siapa pun bupatinya akan tinggal di situ, ada rumah dinasnya. Makanya saya ingin merealisasikan rumah dinas tersebut karena itu bukan rumah pribadi."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait