Korea Utara Disebut Kembangkan Alat Tes PCR COVID-19 Sendiri
Unsplash/Mufid Majnun
Dunia
Pandemi Virus Corona

Korea Utara sendiri belum melaporkan adanya kasus COVID-19 secara resmi di negaranya. Namun ada sejumlah indikasi pandemi COVID-19 telah mewabah di negara tersebut.

WowKeren - Korea Utara dilaporkan mulai mengembangkan sendiri alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk virus corona (COVID-19). Media pemerintah Korut menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya, ilmuwan negara tersebut mengembangkan sistem PCR yang sesuai dengan standar global.

Adapun alat tes PCR tersebut diperkenalkan sebagai salah satu prestasi pemerintah Kim Joun Un yang mendorong lebih banyak mesin, peralatan, dan material lokal. Dorongan tersebut dilakukan di tengah sanksi internasional dan penutupan perbatasan yang mengurangi perdagangan secara tajam.

Korut sendiri belum melaporkan adanya kasus COVID-19 secara resmi di negaranya. Namun ada sejumlah indikasi pandemi COVID-19 telah mewabah di negara tersebut.

Kim Jong Un telah menyatakan bahwa pandemi COVID-19 kemungkinan akan menjadi krisis yang serupa dengan kelaparan yang melanda Korut pada tahun 1990-an. Oleh sebab itu, ia memperingatkan warga negaranya untuk bersiap menghadapi kesulitan yang akan datang dan menjatuhkan hukuman berat bagi pelanggar protokol COVID-19.


Meski berpotensi menghadapi tantangan yang sangat besar terkait pandemi COVID-19, Korut dilaporkan sempat menolak vaksin yang ditawarkan oleh negara lain. Foreign Policy melaporkan bahwa Korut tampaknya enggan menerima vaksin dari negara lain karena takut kepemimpinan mereka dinilai tak kompeten apabila mereka tidak dapat mengamankan cukup vaksin.

korut juga disebut khawatir jika menerima vaksin akan bertentangan dengan narasi kemandirian negara mereka. Mengingat mereka harus mengimpor produk buatan luar negeri tersebut.

Di sisi lain, Korut belakangan ini dilaporkan mengalami krisis pangan. Korut bahkan disebut sempat mengeluarkan cadangan beras militer darurat karena masalah kekurangan pangan yang memburuk.

Kelompok masyarakat sipil Korea Selatan pun meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk menyumbangkan lebih dari 500.000 ton beras ke Korut. Rencananya, tahap pertama pengiriman ini dilakukan pada 21 September mendatang. Korut dan Korsel diketahui telah memulihkan komunikasi sejak bulan Juli 2021 lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts