Usai mengunjungi Singapura, Kamala Harris bertolak ke Vietnam dan membahas sejumlah bantuan bilateral termasuk 1 juta dosis vaksin, sembari menyinggung soal 'perundungan' Tiongkok di LCS.
- Elvariza Opita
- Rabu, 25 Agustus 2021 - 15:07 WIB
WowKeren - Misi Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris ke beberapa negara Asia Tenggara terus menjadi sorotan. Setelah bertandang ke Singapura, Harris diketahui melanjutkan perjalanannya ke Vietnam.
Namun perjalanan wapres wanita pertama di AS ini sempat tertunda sampai beberapa jam karena perlunya dilakukan investigasi kesehatan. Kantor Harris menyebut terdapat indikasi penyebaran kondisi yang disebut sindrom Havana di Hanoi, Vietnam, sehingga situasi harus dipastikan aman untuk sang wapres baru perjalanan bisa dilanjutkan.
Sekretaris Pers Jen Psaki menegaskan bahwa Gedung Putih menanggapi serius indikasi sindrom Havana yang ditemukan tersebut. "Kami melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan Wakil Presiden dan keputusan yang dibuat akhirnya beliau bisa melanjutkan perjalanan bersama stafnya," tutur Psaki, menegaskan pula bahwa yang terindikasi terinfeksi gejala tersebut bukan dari kru Harris.
Dan ketika tiba di Hanoi, Harris langsung menjalankan misi diplomatiknya. Termasuk dengan menjanjikan bantuan 1 juta dosis vaksin COVID-19 yang akan tiba dalam 24 jam ke depan.
Hal ini disampaikan Harris ketika bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, dan menyoroti perkembangan wabah COVID-19 di negara itu. Dengan demikian, total ada 6 juta dosis vaksin COVID-19 yang didonasikan AS untuk Vietnam.
Negeri Paman Sam juga menawarkan bantuan USD23 juta melalui beberapa skema darurat. Ditegaskan Harris, donasi dana itu bertujuan untuk memperluas distribusi dan akses vaksin, melawan pandemi COVID-19, serta mempersiapkan Vietnam menghadapi kemungkinan ancaman penyakit di masa depan. AS juga akan mengirimkan 77 freezer untuk menyimpan vaksin di seantero negeri.
Tentu saja "banjir" bantuan dari AS untuk Vietnam ini seketika menyita perhatian. Apalagi karena Harris tak absen menyinggung perkara "perundungan" yang dilakukan Tiongkok di Laut Cina Selatan.
"Kita harus menemukan cara untuk menekan balik, bahkan dengan tensi yang lebih tinggi, agar Beijing mematuhi Konvensi PBB mengenai Hukum Laut," kata Harris ketika bertemu dengan Presiden Vietnam Ngyuen Xuan Phuc. "Dan untuk menantang perundungan serta klaim maritim yang berlebihan (dari Tiongkok)."
Harris pun menekankan bahwa AS akan terus menjaga eksistensinya di area Laut Cina Selatan, demi menantang balik Tiongkok yang dianggapnya telah menyalahi hukum internasional. Sikap keras Harris ini sendiri sudah disampaikan sebelumnya saat ia berdialog dengan pemerintah Singapura.
(wk/elva)