Korban Jiwa Serangan Bandara Kabul Lampaui 100 Orang, Mayat-mayat Tergeletak di Halaman Rumah Sakit
Dunia

Setidaknya ada 95 warga Afghanistan dan 13 pasukan Amerika Serikat yang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden ledakan yang terjadi di Bandara Kabul pada Kamis (26/8).

WowKeren - Korban jiwa ledakan bom bunuh diri di Bandara Kabul, Afghanistan, bertambah menjadi lebih dari 100 orang per Jumat (27/8). Setidaknya ada 95 warga Afghanistan dan 13 pasukan Amerika Serikat yang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Kamis (26/8) tersebut.

Meski demikian, para pejabat Afghanistan memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa lebih tinggi. Mengingat kamar mayat penuh hingga kapasitas maksimum dan ada kemungkinan kerabat telah mengambil mayat korban dari tempat kejadian. Seorang pejabat memperkirakan sebanyak 115 orang mungkin telah tewas akibat serangan tersebut.

Sementara itu, setidaknya ada 10 mayat yang tergeletak di halaman luar Rumah Sakit Wazir Akbar Khan Kabul karena kamar mayat sudah penuh. Warga Afghanistan mengatakan banyak dari korban tewas tidak diklaim karena anggota keluarga mereka telah bepergian dari provinsi yang jauh.

Pihak AS lantas memperingatkan adanya kemungkinan serangan susulan. Sedangkan lusinan anggota Taliban bersenjata melakukan patroli di area berjarak 500 meter dari bandara untuk mencegah orang-orang yang hendak mendekat.

Penerbangan evakuasi kini telah kembali dilanjutkan pasca serangan mematikan tersebut. Sejumlah pesawat dilaporkan telah lepas landas dari Afghanistan.


"Jumlah orang-orang di sekitar bandara telah melonjak drastis sejak kemarin," tutur Charles Stratford dari media Al Jazeera. "Kami telah melihat ribuan orang berebut memanjat dinding dengan putus asa untuk bisa naik ke beberapa pesawat yang tersisa."

Meski demikian, beberapa sekutu AS telah mengakhiri upaya evakuasi dari Afghanistan. Pada Jumat hari ini, Inggris mengatakan evakuasinya dari Afghanistan akan berakhir dalam beberapa jam. Inggris juga telah menutup pusat pemrosesan utama untuk warga Afghanistan yang memenuhi syarat evakuasi.

Sedangkan pemerintah Spanyol mengatakan telah mengakhiri pengangkutan udaranya. Prancis juga akan "segera" mengakhiri operasi evakuasinya, namun kemungkinan masih akan memperpanjang upayanya hingga setelah Jumat malam.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden telah mengutuk keras serangan di Bandara Kabul. Apalagi setelah kelompok ekstremis Negara Islam di Provinsi Khorasan (ISKP / ISIS-K) yang terafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL / ISIS) di Afghanistan mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

"Kami akan memburu dan Anda harus membayar ini semua," tegas Biden.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait