Badan Intelijen AS Gagal Temukan Asal Muasal COVID-19, 2 Teori Ini Dianggap Sama-Sama Masuk Akal
Wikimedia Commons/Felipe Esquivel Reed
Dunia
Pandemi Virus Corona

Teori yang pertama meyakini virus berasal dari hewan sedangkan teori yang kedua adalah virus tersebut merupakan hasil dari 'kecelakaan' di laboratorium Tiongkok.

WowKeren - Meski sudah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia sejak menyebar pada awal tahun 2020 lalu, asal muasal virus corona masih belum diketahui secara pasti. Hal ini pun tak jarang menjadi perdebatan dan investigasi pun terus dilakukan.

Namun kekinian, sebuah laporan intelijen yang dirilis pada hari Jumat (27/8) menunjukkan bahwa pemerintahan Joe Biden masih belum berhasil memahami asal-usul COVID-19. Laporan dari Kantor Direktur Intelijen Nasional (DNI) itu mengatakan bahwa komunitas intelijen AS terbagi antara dua teori utama.

Teori yang pertama meyakini bahwa virus COVID-19 berasal dari hewan yang kemudian ditularkan ke manusia sedangkan teori yang kedua adalah virus tersebut merupakan hasil dari "kecelakaan" di laboratorium Tiongkok. "Semua lembaga menilai bahwa dua hipotesis itu masuk akal," kata laporan itu.

Namun yang jelas, satu hal yang diyakini oleh komunitas intelijen adalah bahwa Tiongkok tidak mengembangkan virus sebagai senjata biologis. Pemerintah Negeri Tirai Bambu juga dianggap tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang virus tersebut sebelum wabah dimulai.


Sebelumnya pada Mei lalu, Biden meminta Direktur Intelijen Nasional Avril Haines untuk memimpin penyelidikan untuk menemukan asal-usul virus itu. Sementara itu, pemerintah Tiongkok meyakini jika penyebaran virus ke manusia bermula dari hewan yang terinfeksi di pasar basah di Wuhan.

Laporan DNI mengatakan komunitas intelijen tidak dapat menyelesaikan penjelasan tanpa informasi tambahan, seperti sampel klinis atau data epidemiologis dari kasus COVID-19 paling awal. Untuk itu, mereka memerlukan kerja sama dari Tiongkok yang selama ini dikenal "alot" untuk diajak bekerja sama.

"Kerja sama Tiongkok kemungkinan besar akan diperlukan untuk mencapai penilaian konklusif tentang asal usul COVID-19," bunyi laporan itu. "Beijing, walau bagaimanapun, terus menghalangi penyelidikan global, menolak berbagi informasi dan menyalahkan negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Menurut badan intelijen AS, hal itu menunjukkan ketidakpastian Tiongkok tentang ke mana arah penyelidikan. "Begitu juga dengan frustasi mereka di mana masyarakat internasional menggunakan masalah ini untuk memberikan tekanan politik pada Tiongkok," paparnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts