Dinilai Abaikan Lonjakan COVID-19, Novelis Jepang Kritik Perdana Menteri Yoshihide Suga
Dunia
Pandemi Virus Corona

Angka COVID-19 di Jepang belakangan ini mengalami kenaikan, terlebih pasca pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Hal ini lantas memicu banyak protes dan kritik dari warga Jepang kepada PM Yoshihide Suga.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Jepang belakangan ini kembali meningkat. Hal ini memicu tingkat kekhawatiran masyarakat Jepang akan kasus COVID-19 yang semakin menyebar luas.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga dinilai mengabaikan lonjakan kasus COVID-19 dan kekhawatiran masyarakat. Hal ini mendapat reaksi dari seorang Novelis Jepang, Haruki Murakami yang menyampaikan kritikan atas sikap Suga dalam acara radio bulanannya pada Minggu (29/8), waktu setempat.

Dalam acara tersebut, Murakami mengutip pernyataan Suga yakni "jalan keluar sekarang di depan mata kita setelah terowongan panjang", saat sebelum pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020. Sejak pertandingan dimulai, angka COVID-19 di Jepang menjadi meningkat hampir lima kali lipat secara nasional, dan lebih dari tiga kali lipat di Tokyo.


"Jika dia benar-benar melihat jalan keluar, matanya pasti sangat bagus untuk orang seusianya," kritik Murakami. "Saya seumuran dengan Pak Suga, tapi saya tidak melihat jalan keluar sama sekali. Dia tidak mendengarkan orang lain, dan mungkin dia hanya memiliki mata yang melihat dengan baik, atau dia hanya melihat apa yang ingin dia lihat."

Sebelumnya, Murakami juga sempat melontarkan kritikan terhadap politisi karena membaca teks yang disiapkan oleh birokrat dan tidak berkomunikasi dengan pesan kuat terhadap masyarakat. "Sementara kita masih belum melihat jalan keluar, kita harus bertahan sampai kita benar-benar mulai melihat jalan keluar, sementara kita memanfaatkan semua yang tersedia," imbuhnya.

Suga yang dinilai terlalu optimis mengenai kemanjuran vaksin COVID-19, telah menghadapi banyak kritikan karena mengadakan Olimpiade Tokyo 2020. Bahkan kini juga menggelar Paralimpiade meski di tengah masalah kesehatan yang meluas dan protes publik.

Saat ini, peringkat dukungan dari masyarakat terhadap pemerintahan Jepang mengalami penurunan hingga di bawah 30 persen pada bulan Agustus. Seperti yang diketahui, Suga dilantik pada September lalu. Pada pekan lalu, Suga memperluas langkah-langkah darurat COVID-19 yang mencakup sekitar 3 perempat Jepang.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts