Taliban Klaim Taklukkan Panjshir, Tegaskan Perang Afghanistan Berakhir dan Siap Bentuk Pemerintahan
Dunia

Mantan Wapres Afghanistan, Amrullah Saleh, tergabung sebagai salah satu kubu anti Taliban di Lembah Panjshir. Namun kini Saleh dikabarkan telah meninggalkan negeri seperti sang eks presiden.

WowKeren - Dalam konferensi pers Senin (6/9) waktu setempat, Taliban mengklaim bahwa pihaknya sudah berhasil menguasai semua wilayah Afghanistan. Dalam hal ini termasuk Lembah Panjshir yang diklaim sebagai benteng terakhir untuk kelompok anti-Taliban di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud dan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh.

Bahkan Taliban menyebut bahwa Saleh sudah mengikuti jejak eks Presiden Ashraf Ghani yang kabur. "Taliban menyatakan bahwa mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh sudah terbang ke Tajikistan," tutur koresponden Al Jazeera di Kabul, Charlotte Bellis.

"Sedangkan nasib Ahmad Massoud, pemimpin pasukan anti Taliban di Lembah Panjshir masih tidak diketahui," imbuh Bellis. Namun Massoud, lewat cuitannya, mengklaim bahwa pihaknya dalam kondisi baik-baik saja.

Sedang dalam pernyataan resminya, Taliban menyebut bahwa pihaknya sudah berusaha bernegosiasi dengan kubu Massoud. "Kami sudah memilih jalan damai dan berdialog, namun kubu mereka memilih untuk berperang. Kami sudah mencoba memecahkan masalah lewat dialog, namun mereka tidak berkenan," tutur Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dikutip dari CGTN.


Namun Mujahid memastikan tidak ada warga sipil yang terluka akibat perseteruan Taliban dan pasukan Massoud. Ia juga memastikan Panjshir akan mendapatkan perlakuan serupa di pemerintahan Afghanistan meski terdapat sejarah seperti yang dihadapi sekarang.

Mujahid juga memastikan bantuan untuk warga Panjshir, terutama berupa bahan makanan dan obat-obatan akan segera disalurkan. Taliban juga akan segera mengaktifkan koneksi internet di wilayah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Mujahid juga memastikan pemerintahan baru Afghanistan akan segera terbentuk, namun hanya berstatus sebagai pelaksana tugas. "Untuk pasukan Afghanistan yang sudah dilatih (Amerika Serikat) selama 20 tahun akan diminta bergabung dengan anggota Taliban," imbuh Mujahid.

Meski demikian, bibit-bibit perlawanan kubu Massoud masih belum berakhir. Lewat pesan suara, Massoud mendesak masyarakat Afghanistan untuk bangkit bersama.

"Di manapun Anda berada, di dalam atau di luar, saya mengajak Anda semua untuk bangkit bersama," kata Massoud, dilansir dari Al Jazeera. "Bangkit untuk harga diri, kebebasan, dan kesejahteraan negara kita."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait