Siswa SMK di Ciamis Meninggal Sehari Setelah Vaksinasi COVID-19, Ini Dugaan Penyebabnya
Nasional
Vaksin COVID-19

C (17) meninggal dunia pada Kamis (2/9), tak sampai 24 jam setelah menerima vaksinasi COVID-19. Wabup Ciamis pun menyampaikan penyebab berpulangnya siswa kelas XI itu.

WowKeren - Seorang siswa SMK kelas XI di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dilaporkan meninggal dunia sehari setelah menerima vaksinasi COVID-19. Mendiang dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (2/9) subuh, tak sampai 24 jam setelah mengikuti vaksinasi pada Rabu (1/9) pukul 16.00 WIB.

Ayah mendiang, Nono (40), menyebut bahwa sang putra sempat mengeluhkan sejumlah gejala setelah vaksinasi. "Iya, malam harinya dia lemas dan sempat ada kejang. Kemudian dini hari atau subuh meninggal dunia," katanya, dikutip dari radartasik.com, Selasa (7/9).

Otoritas setempat pun melakukan pemeriksaan terkait meninggalnya mendiang. Dan Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, kini menyatakan bahwa mendiang meninggal dunia karena ternyata memiliki penyakit bawaan yang ternyata tak diungkap saat skrining sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Bukan karena vaksin, tapi memang siswa ini sudah ada penyakit bawaan. Ketika skrining ada kesalahan," tutur Yana, Selasa (7/9).

Karena itulah, Yana mendorong masyarakat untuk jujur dengan kondisi tubuh saat akan divaksinasi. Pasalnya penerima vaksin COVID-19 memang harus sesuai standar tertentu seperti dalam kondisi prima.


"Sampaikan kalau punya penyakit apa, sedang berobat jalan. Jelaskan kondisi yang sebenarnya tubuh kita saat skrining," tegas Yana. "Jadi tolong jujur."

Terkait penyakit bawaan yang diidap mendiang, disebutkan Nono sang ayah, bahwa putranya itu memiliki keluhan lambung. "Sebelum divaksin memang ada keluhan lambung," katanya.

Namun putranya bersikeras divaksin karena ingin mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Sebab menurutnya, bila tidak divaksin maka harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). "Kalau nggak divaksin takut atau bagaimana, karena ingin sekolah (makanya) divaksin," jelasnya.

Meninggalnya siswa berinisial C (17) ini sebelumnya juga sempat ditanggapi Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, yang menyampaikan bela sungkawa. "Kami doakan semoga husnul khatimah dan diterima Iman Islam-nya," tutur Uu, dikutip dari radarcirebon.com.

Uu pun mengimbau agar masyarakat tidak takut untuk mengikuti vaksinasi meski insiden memilukan ini terjadi. "Adanya kejadian yang setelah divaksin meninggal ini, belum tentu karena divaksin atau tidak. Karena tidak ada penelitian dan pihak keluarga juga sudah menerima," terang Uu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts