Ortu Korban Kebakaran Lapas Tangerang Sempat Mimpi Anaknya Hilang, Desak Kasus Diusut Tuntas
Nasional
Kebakaran Lapas Tangerang

Orangtua salah satu korban tewas mengaku mendapat firasat sebelum kebakaran hebat terjadi di Lapas Kelas I Tangerang. Mereka pun berharap kebakaran ini diusut tuntas.

WowKeren - Kebakaran hebat yang melanda Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9) dini hari tercatat menewaskan puluhan narapidana. Salah satunya Rezkil Khairil (23), putra dari pasangan Nursin (46) dan Upik Hartati (44) yang tak kuasa menahan sedih mendapati anak mereka meninggal dalam insiden pilu tersebut.

Ketika dijumpai di Posko Antemortem RS Polri Kramat Jati, Upik mengaku tidak memiliki firasat apapun jelang kepergian sang putra. Malah beberapa jam sebelumnya, Upik dan suami sempat melakukan video call dengan mendiang yang harus menjalani pidana penjara hingga 1,5 tahun ke depan.

Namun rupanya firasat itu datang kepada Nursin. "Saya enggak ada (firasat), kalau bapaknya ada mimpi anak hilang. 'Anak saya hilang', padahal kan dia di Lapas," tutur Upik, Kamis (9/9).

Upik dan Nursin terakhir berbincang dengan putranya via video call pada Selasa (7/9) pukul 21.00 WIB. "Dia (Rezkil) yang menghubungi, video call. Kadang pagi, kadang subuh saat salat subuh, tanya sudah sarapan, terakhir malamnya jam 9. Ya dia ngomong biasa saja, yang biasa dia omong," tutur Upik.


Tak ada pembicaraan khusus yang terucap selama sesi video call tersebut. "Iya, (tanya) sudah makan, sudah. Dia minta uang jajan, ya sudah nanti Ibu kirim," kata Upik, mengenang kembali dialognya bersama sang putra.

Sayangnya itulah komunikasi terakhir mereka sebelum Lapas Kelas I Tangerang terbakar beberapa jam sesudahnya. Malah Upik mengaku mengetahui kabar kebakaran itu bukan dari pihak kepolisian tetapi dari media massa.

Karena itulah, Upik dan Nursin segera ke Lapas dan terkejut mendapati putranya masuk daftar narapidana yang meninggal. "Kata petugas sana, anak saya katanya termasuk korban tewas," terang Upik.

Peristiwa ini jelas menjadi duka mendalam bagi Upik dan keluarganya. Ia pun meminta agar kasus kebakaran ini diusut tuntas. "Ya diusut lah, apa mereka sudah minta tolong terus tidak dibuka (atau bagaimana," tegas Upik.

Opini Upik ini pun terkait dengan penjelasan Kementerian Hukum dan HAM sebelumnya soal narapidana yang tewas dalam sel terkunci. Disebutkan bahwa mereka tak sempat diselamatkan oleh petugas yang berjaga kala itu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts