Geger Jepang Peringatkan Ancaman Teror di RI, BIN Sigap Lakukan Ini
Pixabay/kalhh
Nasional

Meski Kemenlu Indonesia sudah mengklarifikasi peringatan ancaman tersebut, BIN tetap mengantisipasi apa yang diperingatkan. Begini langkah strategis BIN berikutnya.

WowKeren - Beberapa waktu lalu pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan ancaman serangan terorisme di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Peringatan ini pun sudah ditanggapi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sampai diklarifikasi Kementerian Luar Negeri.

Meski demikian, peringatan tersebut bukan serta-merta dimentahkan oleh pemerintah Indonesia, termasuk oleh Badan Intelijen Negara (BIN). BIN mengaku meningkatkan antisipasi buntut peringatan ancaman dari pemerintah Jepang tersebut melalui berbagai cara.

"BIN melakukan langkah antisipatif terhadap potensi ancaman aksi terorisme di wilayah Indonesia," kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, kepada Kompas pada Jumat (17/9). "Dengan terus mengoptimalkan deteksi dini dan cegah dini, serta mengembangkan partisipasi masyarakat melalui sistem lapor cepat."

Untuk mengantisipasi ini pun, BIN sudah melakukan koordinasi dengan beberapa lembaga keamanan lain. Seperti Polri, TNI, dan BNPT untuk mencegah potensi ancaman terorisme.


Sedangkan soal peringatan tersebut, menurut BIN adalah hal yang wajar dilakukan negara lain. Peringatan tersebut, dalam kacamata BIN, adalah upaya sebuah negara untuk melindungi warganya.

Karena itulah, BIN mendorong masyarakat untuk menyikapi peringatan tersebut secara bijak. Masyarakat pun tidak perlu khawatir berlebihan meski harus tetap membangun kewaspadaan.

BIN juga memastikan aparat keamanan Indonesia terus siaga untuk melindungi setiap warganya, baik yang ada di dalam maupun luar negeri. "Semua bekerja sama dan bersinergi secara berkelanjutan," tegasnya.

Sebagai pengingat, Jepang mengeluarkan peringatan ancaman serangan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Jepang pun menyarankan warganya di negara tersebut untuk menjauh dari fasilitas agama hingga keramaian.

Namun Kemenlu sudah mengonfirmasi ke Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan menyatakan peringatan tersebut tidak benar adanya. "Sudah dikonfirmasikan dengan Kedubes Jepang di Jakarta dan dijelaskan bahwa Kedubes Jepang tidak mengeluarkan warning seperti yang ditanyakan (ancaman teror)," tutur Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, lewat pernyataan tertulisnya kepada Kompas pada Selasa (14/9).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts