Pentagon Minta Staf Segera Lapor Jika Tiba-Tiba Alami Gejala Sakit 'Aneh'
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah berjanji untuk menyelesaikan laporan tentang personel militer yang mengalami penyakit misterius saat berada di luar negeri.

WowKeren - Dalam beberapa tahun terakhir, personel Pentagon yang bekerja terutama di luar negeri telah melaporkan gejala gangguan sensorik "tiba-tiba dan mengganggu" yang mencakup suara, tekanan, atau suhu. Gejala ini diikuti oleh sakit kepala, nyeri, mual, vertigo dan gejala lainnya.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah berjanji untuk menyelesaikan laporan tentang personel militer yang mengalami penyakit misterius saat berada di luar negeri. Untuk itu, dalam memo departemen 15 September, Austin meminta personel untuk segera melaporkan kasus potensial "Insiden Kesehatan Anomali" (AHI).

Austin menyarankan personel bahwa mereka harus meninggalkan suatu area bersama rekan kerja dan keluarga mereka jika mereka mengalami gejala-gejala terkait sensorik seperti disebutkan di atas. Meski sebagian besar personel tidak mungkin terpengaruh, Austin mengatakan departemen menganggapnya serius.

Dalam memo tersebut, ia mengatakan pihaknya akan memberikan perawatan medis bagi staf yang terdampak. Departemen Pertahanan AS juga berupaya untuk mencari penyebab keanehan itu.


"Sebagai bagian dari upaya pemerintah, departemen berkomitmen untuk menemukan penyebab dan sumber AHI ini," katanya dalam memo tersebut. "Dan memastikan bahwa individu yang terkena dampak menerima perawatan medis yang tepat secepat mungkin saat dibutuhkan."

Personel diplomatik dan militer AS telah melaporkan kasus yang disebut "Sindrom Havana". Kondisi ini pertama kali dilaporkan pada 2017 ketika dua diplomat Kuba diduga menggunakan perangkat energi ultrasound dalam "serangan akustik" terhadap pejabat Amerika di Havana.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan karyawan melaporkan mendengar suara bernada tinggi di kamar hotel atau rumah mereka. Staf melaporkan gejala yang menyerupai gegar otak termasuk masalah keseimbangan, memori, kesulitan berkonsentrasi, insomnia, sakit kepala dan mual.

Bahkan pada 2019 lalu, lima diplomat Kanada menggugat pemerintah mereka sendiri sebesar 28 juta dolar AS setelah mengalami kondisi kesehatan yang aneh usai bekerja di kedutaan besar negara itu di Havana. Sementara itu, Wakil presiden Kamala Harris, sempat menunda perjalanan diplomatiknya ke Vietnam pada Agustus lalu karena adanya ancaman menyerupai Sindrom Havana.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts