Tragis Nasib Nakes Dilecehkan dan Dianiaya Teroris KKB Papua, Ada yang Sampai Tewas
Nasional

Seorang korban selamat dalam penyerangan oleh teroris KKB Papua pada Senin (13/9) kemarin mengungkap kesaksiannya, termasuk soal kebiadaban pelaku hingga menyebabkan nakes meninggal.

WowKeren - Penyerangan oleh teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua masih menjadi duka nasional. Pasca meninggalnya suster Gabriela Meilani yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa ratusan tenaga kesehatan, kini seorang korban selamat memberikan kesaksian yang begitu menyayat hati.

Marselinus Ola Attanila adalah sang korban selamat dan sudah dievakuasi ke Jayapura bersama 8 nakes lain pada Jumat (17/9). "Kami tidak pernah terpikir kalau akan terjadi penyerangan terhadap kami sehingga kami diam tenang," tutur Marselinus di Lapangan Makodam XVII Cenderawasih, Jayapura.

Marselinus mengungkap, pada Senin (13/9) pukul 07.00 WIT, para nakes di Puskesmas Kiwirok mendapat informasi bahwa teroris KKB akan menyerang TNI/Polri. Para nakes pun diminta berjaga di Puskesmas untuk langsung memberi perawatan korban luka dari penyerangan tersebut.

Dan benar saja, baku tembak mulai terjadi pada pukul 09.00 WIT. "Jadi kami nakes tidak berpikir takut karena sudah ada pernyataan KKB untuk membantu mereka kalau ada yang terluka saat terjadi kontak tembak dengan TNI," terang Marselinus, dikutip pada Sabtu (18/9).

Namun pernyataan teroris KKB hanya kebohongan belaka, karena pada pukul 09.05 WIT mereka mulai menyerang Puskesmas Kiwirok. Kaca-kaca Puskesmas Kiwirok dipecahkan, bangunan disiram bensin, lalu dibakar.

"Pada pukul 9.10 WIT mereka semakin brutal. Mereka masuk ke dalam barak dokter dan menyerang petugas, sehingga para nakes memilih keluar dari barak dokter secara kocar-kacir," kata Marselinus.


Melihat para nakes mencoba kabur, teroris KKB malah mengejar mereka. Termasuk Marselinus yang bersama 3 rekan wanitanya berlari menuju rumah warga, namun tetap dikejar oleh para teroris KKB.

"(Nakes) Lukas bersama Suster Siti, Dokter Geral lari ke arah Mado lalu dihadang teroris KKB dan dipukuli dengan balok," ujar Marselinus. "Kemudian digiring ke jurang dan ditendang jatuh ke jurang."

Karena terdesak keadaan, Marselinus pun mengajak ketiga rekannya untuk melompat ke jurang sedalam 500 meter. Keempatnya berhasil melompat dan mencoba bersembunyi di dalam jurang, namun nyatanya teroris KKB tetap mengejar dan bahkan tega melecehkan para nakes wanita di sana.

"Ternyata mereka mengejar kami ke bawah, sehingga pertama ketemu suster (inisial) A, kemudian menangkap suster G, kemudian menangkap suster K. Saya sendiri tidak didapat mereka karena sembunyi di antara tebing dan akar-akar," papar Marselinus.

"Kemudian ketiga suster ini ditelanjangi dengan cara merobek pakaiannya dengan parang. Setelah ditelanjangi kemudian dianiaya secara tidak manusiawi. Paha mereka ditikam, muka ditonjok, dan pelecehan seksual hingga pingsan. Akhirnya ditinggalkan, karena mungkin dikira sudah mati, sehingga didorong lagi ke dalam jurang yang lebih dalam sekitar 300 meter," imbuhnya.

Bahkan seorang suster akhirnya meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan. "Demikian juga dokter Geral Sukoi didorong ke jurang dan hingga saat ini belum ditemukan. Kami berada dalam jurang selama 3 hari dan pelan-pelan kemudian naik ke atas dan ditemukan anggota TNI dan satu persatu dari Nakes bisa terselamatkan oleh TNI," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts