Pimpinan Teroris Ali Kalora Diduga Tewas Dalam Baku Tembak di Suteng
Pixabay
Nasional

Selain Ali Kalora, satu orang terduga teroris bernama Jaka Ramadhan alias Ikrima juga dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya pada Sabtu (18/9) hari ini.

WowKeren - Ali Ahmad alias Ali Kalora diduga tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya di Desa Astina, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (18/9) sore. Sebagai informasi, Ali Kalora adalah pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain Ali Kalora, satu orang terduga teroris bernama Jaka Ramadhan alias Ikrima juga dilaporkan tewas dalam kontak tembak tersebut. "DPO diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, saat ini dalam perjalanan menuju TKP," ungkap Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, dilansir Antaranews.

Pada awal Maret 2021 lalu, Ali Kalora sempat dikabarkan terluka dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya. Baku tembak tersebut terjadi di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, pada 1 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 Wita.

Dalam baku tembak kala itu, dua anggota MIT dilaporkan tewas tertembak. Yakni Samir alias Alfin asal Banten dan Irul asal Poso.


Di sisi lain, beberapa waktu lalu narapidana kasus terorisme bernama Basri yang merupakan mantan anggota MIT telah meminta rekan-rekannya untuk menyerahkan diri. Dalam video yang beredar, Basri bahkan mengaku siap menjemput sisa buronan terorisme yang masih bergilya di kawasan pegunungan Poso.

Wakil Ketua Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiono telah mengkonfirmasi video Basri tersebut. Bronto berharap dengan beredarnya video itu, enam anggota MIT pimpinan Ali Kalora mau menyerahkan diri.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan ada sekitar 17 desa di Poso yang memiliki penceramah diduga pendukung kelompok Ali Kalora. "Ini yang kami tidak ingin, akibat dari ceramah-ceramah itu, yang pada akhirnya (kelompok Ali Kalora) tersisa enam orang, akhirnya bertambah 12 orang, karena ada ajakan dari penceramah itu," papar Boy dalam rapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (16/9).

Boy lantas berharap agar TNI/Polri dan pemerintah kabupaten untuk menyentuh anak muda di desa-desa yang dianggap berpotensi bergabung dengan kelompok Ali Kalora. "Terutama di wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts