Wagub DKI Ungkap Alasan Hilangnya Tugu Sepatu Di Sudirman Usai Ada Yang Melakukan Vandalisme
Nasional

Pemprov membangun Tugu Sepatu di beberapa titik DKI Jakarta, namun pada Senin (20/9) hari ini, tidak lagi tampak usai kejadian vandalisme. Lantas akankah Tugu Sepatu akan kembali dipasang atau tidak.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, belakangan ini tengah menata dan mempercantik Ibu Kota. Pemprov DKI diketahui membangun monumen atau tugu di sejumlah titik, salah satunya adalah Tugu Sepatu di kawasan Sudirman.

Akan tetapi pada Senin (20/9) hari ini, penampakan Tugu Sepatu di Sudirman itu menghilang. Mengenai hilangnya Tugu Sepatu ini, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menuturkan bahwa tugu tersebut sengaja dicabut untuk dibersihkan lantaran sebelumnya mengalami vandalisme.

"Kan ada yang coret-coret, ada yang tidak bijak dan tidak baik," ungkap Riza di Balai Kota, Senin (20/9). "Harus dirapikan dan dibersihkan dulu, nanti pada waktunya kami akan tampilkan lagi."

Sebelumnya, Tugu Sepatu itu dibangun persis di depan Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas. Adapun nuansa Tugu Sepatu itu, bermerek Compass dan didominasi oleh warna putih, kuning, biru, cokelat muda, dan merah.


Namun sangat disayangkan, Tugu Sepatu harus dicabut dan dibersihkan akibat dari tangan-tangan "nakal" oknum tidak bertanggungjawab yang mencoret-coretnya atau biasa disebut dengan vandalisme. Pada bagian kanan Tugu Sepatu diketahui dicoret-coret.

Bagian yang tadinya bernuansa dan berwarna putih, penuh dengan coretan berwarna ungu. Sementara di bagian sol sepatu juga terlihat coretan hitam.

Sebagai informasi, Tugu Sepatu itu merupakan bentuk gerakan dari Festival Kolaborasi Jakarta, merk sepatu lokal Compass, dan PT Bank Central Asia Tbk. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Gumilar Ekalaya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dibuat untuk menyambut Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021 yang dinisiasi United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Mengenai sikap vandalisme yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab itu, Riza menuturkan bahwa seni grafity tidak larang, hanya saja harus mengikuti peraturan yang ada dan tidak mengganggu fasilitas umum. Sementara Tugu Sepatu itu dipasang di 3 titik yakni Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas, Alun-ALun Velodrome, dan Lapangan Banteng, dan harusnya dipajang hingga 26 September 2021.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts