Sederet Perusahaan Jepang Kerja Sama Kembangkan Aplikasi Pembela HAM untuk Pekerja Asing
Dunia

Selain Toyota dan Aeon, akan ada perusahaan besar seperti SoftBank Group Corp., Seven & i Holdings Co., Ajinomoto Co. yang akan bergabung dalam proyek ini.

WowKeren - Hak-hak pekerja kerap menjadi perhatian di sejumlah tempat. Untuk itu, para perusahaan di Jepang memiliki inisiatif untuk membuat aplikasi khusus.

Lebih dari 200 perusahaan dan organisasi akan bekerja sama untuk mengembangkan aplikasi ponsel pintar dalam rangka melindungi hak asasi para pekerja asing di Jepang. Di antara perusahaan-perusahaan itu, ada Toyota Motor Corp. dan raksasa ritel Aeon Co.

Rencana itu disampaikan oleh seorang pejabat Badan Kerjasama Internasional Jepang pada hari ini, Senin (20/9). Adapun gerakan ini dipimpin oleh JICA, Badan Kerja Sama Internasional Jepang.

Seperti diketahui, jumlah pekerja asing di Jepang terus meningkat. Jumlah ini mencapai rekor 1,72 juta pada tahun 2020, hampir dua kali lipat dari lima tahun sebelumnya.


Langkah ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan oleh negara-negara lain atas jam kerja yang panjang dan pelecehan terhadap pekerja asing di Jepang. Melalui aplikasi ini, peserta pelatihan teknis maupun pekerja lain bisa berkonsultasi dengan organisasi pihak ketiga tanpa memberi tahu perusahaan mereka.

Selain Toyota dan Aeon, akan ada perusahaan besar seperti SoftBank Group Corp., Seven & i Holdings Co., Ajinomoto Co. yang akan bergabung dalam proyek ini, serta pembuat minuman Asahi Group Holdings Ltd. JICA dan organisasi hak asasi manusia terkait akan bertindak sebagai sekretariat.

Rencananya, aplikasi ini akan diuji coba mulai tahun depan. Melalui aplikasi, pekerja asing akan dapat melaporkan masalah mereka di tempat kerja ke sekretariat secara langsung.

Aplikasi ini nantinya akan dibekali dengan kecerdasan untuk merespons konsultasi sederhana secara otomatis. Namun selain itu, pengembang juga mempertimbangkan untuk mengizinkan pengguna melaporkan tempat kerja yang menyalahgunakan wewenang dan organisasi tuan rumah kepada pemerintah daerah dan otoritas lainnya.

Lebih dari itu, pejabat JICA juga berharap nantinya aplikasi itu bisa bersifat lebih informatif dan agar lebih mudah dipahami, informasi nantinya akan disediakan dalam berbagai bahasa. "Kami juga ingin memberikan informasi yang berguna tentang tinggal di Jepang dalam berbagai bahasa," kata pejabat di JICA seperti melansir Kyodo News.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts