Asesmen Nasional Pengganti UN Dimulai, Nadiem Ingatkan Peserta Beri Jawaban Jujur
Twitter/hoshidisce
Nasional

Pelaksanaan Asesmen Nasional di SMKN 1 Kota Jambi ini turut ditinjau langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

WowKeren - Asesmen Nasional (AN) pengganti Ujian Nasional (UN) sudah mulai digelar di sejumlah wilayah. Di pekan awal, AN akan dikhususkan untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

SMK Negeri 1 Kota Jambi misalnya, telah menggelar AN sejak Senin (20/9). Asesmen ini dilaksanakan dalam tiga sesi per hari dan diikuti oleh 45 orang siswa dan lima orang siswa cadangan yang dipilih secara acak oleh tim AN pemerintah. 115 orang guru juga mengikuti survei lingkungan belajar dalam AN.

Menurut Kepala SMKN 1 Kota Jambi, Sepriyadi Erman, tak ada hambatan hingga hari kedua pelaksanaan AN. "Berlangsung sangat sukses sekali. Alhamdulillah, hambatan jaringan juga tidak ada sama sekali," jelas Sepriyadi dilansir Jawa Pos.

Sepriyadi mengaku tak ada kekhawatiran berarti terkait hasil AN, berbeda dengan saat pelaksanaan UN. Pasalnya, hasil AN akan digunakan untuk perbaikan kualitas sekolah.


"Kalau memang hasilnya gitu ya sudah memang harus dievaluasi. Ini memang untuk kebaikan semua warga sekolah," tutur Sepriyadi.

Adapun pelaksanaan AN di SMKN 1 Kota Jambi ini turut ditinjau langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Dalam kunjungannya, Nadiem mengapresiasi SMKN 1 Kota Jambi yang sudah melaksanakan AN dengan baik dan lancar.

"Saya senang sekali guru-guru yang melaksanakan survei lingkungan belajar tidak ada tekanan," kata Nadiem dalam keterangan tertulis. "Para guru tahu bahwa AN ini tidak ada dampak bagi individu guru maupun muridnya. Ini hanya pemetaan sekolah. Tidak perlu persiapan. Jawabnya jujur saja. Semakin jujur semakin bagus, ini untuk perubahan yang baik."

Nadiem juga menegaskan bahwa AN tidak akan menimbulkan konsekuensi apa pun. Baik untuk siswa, guru, maupun kepala sekolah.

"Sudah disampaikan berkali-kali bahwa AN tidak menimbulkan konsekuensi terhadap individu siswa, guru, maupun kepala sekolah. Tidak ada konsekuensi juga ke anggaran untuk sekolah, maupun kelulusan. Bahkan data tidak akan dipresentasi sebagai individu, melainkan agregasi sekolah," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts