Alex Noerdin Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid, Terjerat 2 Kasus Dalam Sepekan
Instagram/alexnoerdin.id
Nasional

Pada Kamis (16/9) lalu, Alex juga telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019.

WowKeren - Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Alex Noerdin, kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. Pada Rabu (22/9), mantan Gubernur Sumatera Selatan tersebut menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Palembang.

Sebelumnya, Alex juga telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019 pada Kamis (16/9) pekan lalu. Dengan demikian, Alex menjadi tersangka di dua kasus korupsi hanya dalam selang waktu enam hari.

"Iya benar (Alex tersangka), hari ini penetapannya," ungkap Aspidsus Kajati Sumsel, Victor Antonius Saragih Sidabutar, kepada CNN Indonesia pada Rabu.

Adapun Alex sendiri kini masih ditahan di Rutan Kejaksaan Agung atas kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi. "Pasal sangkaan pasal 2 dan 3 UU no.31 tahun 1999. Untuk penjelasan resmi agar melalui Kapuspenkum," terang Victor.


Sementara itu, dugaan korupsi ini terkait dengan pembangunan masjid yang diproyeksi menjadi yang terbesar di kawasan Asia. Mengingat masjid tersebut akan didirikan di atas lahan seluas 20 hektare.

Pihak Kejagung mengungkapkan kerugian negara dalam perkara ini diduga mencapai Rp 130 miliar. "Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut juga tidak selesai, akibat dari penyimpangan tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 130 miliar," papar Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer, dalam jumpa pers pada Rabu.

Menurut Leonard, Pemprov Sumsel telah menyalurkan dana pembangunan masjid tersebut dalam dua tahap. Yakni pada tahun 2015 sebesar Rp 50 miliar dan pada tahun 2017 sebesar Rp 80 miliar.

"Bahwa yang pertama, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan dana hibah kepada yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dengan rincian pertama tahun 2015 dengan menggunakan dana APBD tahun 2015 menyalurkan dana hibah sebesar Rp 50 miliar," jelasnya. "Kedua pada tahun 2017 dengan menggunakan dana APBD tahun 2017 sebesar Rp 80 miliar."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts