Anak di Bawah 12 Tahun Sudah Boleh Masuk Mal di Masa PPKM, Satgas Imbau Hal Ini
Nasional
PPKM Darurat

Izin anak-anak di bawah 12 tahun untuk ke mal ini hanya berlaku di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Mereka juga harus berada di bawah pengawasan orangtua yang ketat.

WowKeren - Pemerintah telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah hingga 4 Oktober 2021 mendatang. Di masa perpanjangan PPKM kali ini, pemerintah kembali memberikan pelonggaran termasuk dengan mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun untuk masuk ke pusat perbelanjaan alias mal.

Meski demikian, izin anak-anak di bawah 12 tahun untuk ke mal ini hanya berlaku di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Mereka juga harus berada di bawah pengawasan orangtua yang ketat.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, lantas menyatakan bahwa perubahan aturan tersebut adalah bentuk pelonggaran dengan penuh kehati-hatian. Ia pun mengimbau agar anak-anak tetap tidak pergi ke mal kecuali ada keperluan mendesak.

"Upaya ini menuju masyarakat yang produktif, namun tetap aman," jelas Wiku di Jakarta. "Meskipun anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah diperbolehkan masuk, saya imbau, jika tidak terlalu mendesak, maka anak lebih baik tinggal di rumah saja."

Lebih lanjut, Wiku juga meminta agar orangtua tetap mengawasi anak-anak mereka dan menjamin penerapan protokol kesehatan. "Mohon kepada orangtua sebagai pendamping untuk tetap berhati-hati dan menjamin protokol kesehatan diterapkan dengan baik selama beraktivitas di dalam pusat perbelanjaan," tutur Wiku.


Di Surabaya, pengunjung anak-anak di mal telah mengalami peningkatan. Salah satunya adalah Grand City Surabaya yang mencatat peningkatan pengunjung anak-anak hingga 40 persen.

Rata-rata pengunjung anak-anak yang masuk ke Grand City Surabaya sebelum mal ditutup di masa PPKM adalah 100 orang per hari. "Kalau kemarin, ada 40 persen dari rata-rata jumlah pengunjung anak-anak sebelum PPKM," ungkap General Manager Communication Grand City Yufit Shafa, dilansir Jawa Pos, Rabu (22/9).

Menurut Yufit, pengunjung anak-anak di Grand City Surabaya memang cukup banyak. Pasalnya, ada banyak kegiatan komunitas anak-anak yang digelar di mal tersebut.

"Ada 15 komunitas yang biasa berkegiatan di sini. Di antaranya agency fashion show, tari tradisional, dan karate," paparnya.

Namun dengan diterapkannya aturan baru ini, Yufit mengungkapkan aktivitas anak-anak di Grand City Surabaya hanya berkisar pada window shopping dan makan. Mengingat area bermain juga masih ditutup.

"Tapi toko mainan buka. Mal mengimbau sudah masuk mal dan kebutuhan sudah terpenuhi, sebisa mungkin langsung pulang," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts