Klaster COVID-19 Sekolah Makin Banyak, Kemendikbudristek Sebut Sebenarnya Relatif Kecil
AFP
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Kemendikbudristek membenarkan temuan seribu lebih klaster COVID-19 sekolah selama PTM terbatas. Namun menurut Kemendikbudristek angka tersebut relatif kecil.

WowKeren - Pembukaan sekolah tatap muka sudah dimulai di beberapa wilayah yang sudah tidak menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Namun pembukaan sekolah tatap muka ini malah diiringi dengan banyaknya klaster COVID-19 baru.

Kendati demikian, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) malah mengklaim bahwa kasus penularan COVID-19 di satuan pendidikan atau sekolah relatif kecil. Menurut Kemendikbudristek, ada puluhan ribu sekolah yang mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) namun hanya kurang dari 3 persen yang ditemukan COVID-19.

"Sekolah yang mulai melakukan PTM terbatas sebanyak 46.580 satuan pendidikan. Sementara jumlah laporan dari satuan pendidikan terkait penularan COVID-19 di satuan pendidikan relatif kecil, yaitu 2,8 persen atau 1.296," jelas Direktur Jenderal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasdikmen) Kemendikbudristek, Jumeri di Jakarta, Kamis (23/9).

Karena itulah Kemendikbudristek mendorong agar protokol kesehatan diberlakukan dengan sangat ketat di sekolah agar meminimalisir muncul klaster. Jika ada kasus, maka sekolah terkait akan langsung ditutup.


"Juga sudah jelas dan ketat diatur di dalam SKB 4 menteri," imbuh Jumeri terkait jaminan pelaksanaan PTM terbatas yang aman di tengah pandemi COVID-19. "Termasuk di dalamnya pemerintah daerah menutup sekolah, menghentikan PTM terbatas, melakukan testing, tracing, dan treatment jika ada temuan kasus positif COVID-19."

Namun sebenarnya, ada berapa banyak klaster COVID-19 imbas sekolah tatap muka saat ini? Melansir Detik Edu per Kamis (23/9), Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 165 klaster, diikuti oleh Jawa Barat (150) dan Jawa Tengah (131).

Sementara 10 besar provinsi dengan klaster PTM terbatas terbanyak didominasi oleh wilayah luar Jawa-Bali. Beberapa di antaranya seperti Nusa Tenggara Timur (104), Sumatera Utara (52), Kalimantan Barat (50), dan Lampung (43).

Sedangkan bila diklasifikasikan menurut jenjang pendidikannya, SMA menempati yang terbanyak melaporkan klaster COVID-19 baru. Ditemukan 109 klaster dari 2.398 sekolah yang menjadi responden, diikuti dengan SMP (244 dari 7.154 responden), dan Sekolah Luar Biasa (13 dari 400 responden).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts