Studi: Kekebalan Ibu Hamil yang Divaksin COVID-19 Ikut Diturunkan ke Bayi
AFP
Dunia
Vaksin COVID-19

36 bayi baru lahir yang dites saat lahir didapati memiliki antibodi untuk melindungi tubuh dari COVID-19 setelah ibu mereka divaksinasi dengan Pfizer-BioNTech atau Moderna.

WowKeren - Studi terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology, Maternal Fetal Medicine pada Selasa (21/9) menunjukkan efek vaksinasi terhadap ibu hamil. Penelitian itu menunjukkan bahwa ibu hamil yang mendapatkan vaksin COVID-19 berbasis mRNA turut menurunkan antibodi tingkat tinggi kepada bayi mereka.

Sebanyak 36 bayi baru lahir yang dites saat lahir didapati memiliki antibodi untuk melindungi tubuh dari COVID-19. Itu terjadi setelah ibu mereka divaksinasi dengan suntikan dari Pfizer-BioNTech atau Moderna.

Bloomberg melaporkan bahwa studi ini termasuk penelitian baru yang mengukur tingkat antibodi dalam darah tali pusat yang bertujuan untuk membedakan antara kekebalan dari infeksi alami atau dari vaksinasi. Salah satu penulis studi itu, Ashley Roman, mengatakan kepada Bloomberg bahwa ini merupakan temuan yang unik.

Oleh sebab itu, ia berharap agar data dari penelitian segera bisa dirilis secepat mungkin. Ia menilai bahwa ini merupakan penemuan yang penting untuk perawatan. Lebih jauh, ia merekomendasikan agar semua ibu hamil segera mendapatkan suntikan vaksin.


"Kami mendorong data ini keluar relatif awal karena ini adalah temuan unik dan memiliki implikasi penting untuk perawatan," ujarnya. "Saat ini kami merekomendasikan semua wanita hamil menerima vaksin untuk manfaat ibu."

Para peneliti menambahkan bahwa "tingkat darah tali pusat yang kuat" pada semua subjek menunjukkan tingkat transmisi antibodi yang tinggi untuk melindungi bayi. Setidaknya selama periode neonatal.

Penelitian ini penting, karena pada umumnya bayi yang baru lahir akan melakukan kontak dengan anggota keluarga yang kemungkinan belum divaksin. Misalnya seperti anak-anak yang belum memenuhi usia minimal untuk mendapatkan vaksin.

Sementara itu di Singapura, rekomendasi penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna COVID-19 untuk ibu hamil sempat disampaikan oleh Komite Ahli Singapura untuk Vaksinasi COVID-19 (EC19V) pada bulan Juni lalu. Kementerian Kesehatan (MOH) mencatat bahwa tidak ada bahaya yang diamati pada wanita hamil atau bayi mereka setelah vaksinasi. Bahkan manfaat vaksin lebih besar dibanding potensi risikonya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts