Kuil Rehabilitasi di Thailand Tutup Usai Diduga Langgar HAM dan Siksa Pasien
AFP/Romeo Gacad
Dunia

Kuil itu diduga memperlakukan pasien secara tidak semestinya dengan memberi mereka makan hanya satu kali sehari, memaksa mereka untuk hidup di lingkungan kotor.

WowKeren - Sebuah kuil Thailand di provinsi Kanchanaburi, Thailand barat, "Wat Tha Phu Rat Bamrung" yang juga dikenal sebagai "Wat Tha Phu", diperintahkan untuk tutup. Langkah itu diambil menyusul tuduhan penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi pada kuil yang juga berfungsi sebagai tempat rehabilitasi narkoba itu.

Kuil itu diduga memperlakukan pasien secara tidak semestinya dengan memberi mereka makan hanya satu kali sehari, memaksa mereka untuk hidup di lingkungan kotor, dan menyiksa pasien. Seorang pengacara dan seorang dukun telah meminta polisi Divisi Penindasan Kejahatan untuk menyelidiki dan menuntut mereka yang bertanggung jawab atas dugaan penyiksaan dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi.

Dukun Jeeraphan Phetkhao dan pengacara Paisarn Ruangrit memelopori 10 perwakilan untuk lebih dari 200 pria yang dibebaskan oleh tentara dari fasilitas rehabilitasi narkoba Wat Tha Phu Rat Bamrung. Secara total, 216 pria dibebaskan dari rehabilitasi dan diturunkan di rumah sakit lapangan pada Senin (20/9) malam.


Jeeraphan mengatakan kondisi kehidupan di rehab itu menyedihkan. Bahkan ia menggambarkan bahwa pusat rehabilitasi itu lebih mirip neraka dibanding tempat yang membantu orang pulih dari kecanduan narkoba. Jeeraphan menambahkan bahwa dia sebelumnya telah mengajukan laporan ke kantor polisi Dan Makhamtia, tetapi para petugas tampaknya tidak tertarik untuk mengejar kasus tersebut.

Dia merasa "tidak aman" sehingga meminta bantuan CSD. Dia kemudian menyiarkan langsung operasi penyelamatan di Facebook-nya. Video tersebut menggambarkan ratusan orang yang tinggal di sebuah ruangan sempit dan terkunci hanya memiliki 2 kamar mandi untuk lebih dari 200 orang.

Dia yakin ini ulah geng terorganisir yang terdiri dari polisi, kuil, dan petugas penyelamat. "Tidak biasa polisi dari provinsi Kalasin dan Roi Et membawa begitu banyak orang yang terlibat dalam obat-obatan terlarang ke kuil ini untuk rehabilitasi," ujarnya.

Senada dengan Jeeraphan, Paisarn mengatakan apa yang dia lihat di kuil mirip dengan perdagangan manusia. Ia mengatakan 2 hingga 3 orang meninggal saat mereka "dalam perawatan", tetapi tidak ada otopsi yang dilakukan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts