2 Desa Nelayan Di Thailand Dilockdown Selama Sepekan Imbas Lonjakan Kasus COVID-19
AFP/Pornchai Kittiwongsakul
Dunia
Pandemi Virus Corona

Dua desa nelayan di Thailand dilaporkan mengalami peningkatan kasus COVID-19 yang cukup signifikan. Hal ini lantas membuat pemerintah setempat menerapkan lockdown.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang menyerang negara di dunia, termasuk Thailand, hingga saat ini belum juga berakhir. Bahkan Thailand kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19.

Dua desa nelayan di tambon Hat Lek Distrik Khlong Yai, mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang tajam. Maka dari itu, pemerintah Thailand memutuskan untuk memberlakukan penguncian wilayah atau lockdown, dengan aturan semua pergerakan pekerja migran segera dilarang. Adapun kebijakan ini mulai berlaku Kamis (23/9) hari ini.

Pada 21 September lalu, Kepala Distrik Khajitvej Kaewnoi telah mengeluarkan kebijakan lockdown di Desa Khong Makham Moo 1 dan desa Khlong Son Moo 5 selama satu pekan yakni mulai dari 23 September hingga 29 September 2021. Adapun dari 1 September hingga 20 September lalu, Tambon Hat Lek melaporkan ada sebanyak 227 kasus COVID-19.

Sementara pada 10 hingga 20 September, Tambon melaporkan penambahan kasus sebanyak 199 infeksi. Hal ini lantas menjadikan total kasus COVID-19 di Distrik Khlong Yai sebanyak 670 infeksi.


Pada kesempatan yang sama, pemerintah kabupaten juga melarang pergerakan pekerja migran di dua desa, dan diharapkan hal ini bisa segera efektif dalam penanganan COVID-19. Mereka juga meminta kerja sama dari operator pukat ikan di Tambon Hat Lek dalam mencegah awak meninggalkan dermaga selama periode penerapan lockdown.

Selain itu, Port In dan Port Out Center di Kabupaten tersebut juga telah diminta untuk melakukan tes COVID-19 menggunakan antigen kit pada seluruh Anak Buah Kapal (ABK). Di sisi lain, Kitprapa Prasitthivej selaku Wali Kota Tambon Hat Lek menuturkan bahwa infeksi COVID-19 di wilayahnya itu terus meningkat lantaran pekerja Kamboja.

"Pemerintah setempat memandang perlu untuk melarang pergerakan pekerja di dua desa tersebut," terang Kitprapa dilansir dari Bangkok Post. "Namun, perdagangan dan penyortiran hasil laut bisa berjalan seperti biasa. Otoritas provinsi memberikan layanan vaksinasi kepada penduduk setempat seperti biasa."

Kitprapa menuturkan bahwa 50 hingga 60 persen waga di Tambon Hat Lek sejauh ini sudah divaksin COVID-19. Pemkot akan melakukan tes massal menggunakan antigen kit warga di dua desa tersebut pada 29 September nanti. "Mereka yang positif kemudian harus menjalani tes PT-PCR," tandas Kitprapa.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts