Pemanasan Global Picu Perubahan Laut yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AFP/JIJI
Dunia

Beberapa di antaranya termasuk memanasnya suhu air, penurunan permukaan es, dan naiknya permukaan air laut. Hal itu diketahui dari laporan yang diterbitkan oleh lebih dari 150 ilmuwan.

WowKeren - Pemanasan global yang disebabkan oleh manusia memberikan dampak yang sangat luas pada kondisi bumi. Kondisi itu turut menghadirkan perubahan pada kondisi lautan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Beberapa di antaranya termasuk memanasnya suhu air, penurunan permukaan es, dan naiknya permukaan air laut. Hal itu diketahui dari laporan yang baru-baru ini diterbitkan oleh lebih dari 150 ilmuwan.

Laporan tahunan Ocean State 5 oleh Copernicus Marine Service dan Mercator Ocean International diterbitkan pada Rabu (22/9). Laporan ini mencakup analisis luas tentang kesehatan lautan dunia. Laporan yang diterbitkan dalam Journal of Operational Oceanography mengatakan bahwa secara global, suhu laut telah meningkat pada tingkat 0,015 derajat Celcius setahun sejak 1993.

Sebaliknya, penurunan terjadi pada volume es Artik dengan presentase hampir 13 persen per dekade sejak 1979. Rekor terendah tercatat selama dua tahun terakhir. Kedua kondisi tersebut memicu naiknya permukaan air laut sebesar 3,1 mm per tahun dengan Laut Baltik mencatat kenaikan terbesar 4,5 mm per tahun.


Karina von Schuckmann, ahli kelautan di Copernicus Marine Service dan ketua laporan, mengatakan bahwa perilaku manusia pada praktik eksploitasi berlebihan turut memberikan tekanan yang besar pada alam. Padahal, lautan sendiri adalah 71 persen unsur penyusun bumi.

"Perubahan iklim, polusi, dan eksploitasi berlebihan telah menciptakan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di lautan," kata Karina. "Yang tidak hanya membentuk 71 persen permukaan bumi tetapi juga bertanggung jawab untuk mengatur iklim Bumi dan menopang kehidupan."

Kondisi ini pada akhirnya turut mempengaruhi pola spesies laut. Sebagian besar spesies laut bergerak lebih dalam ke arah kutub sementara spesies air hangat menyebar ke daerah baru dan menjadi invasif. Yang mana, pada akhirnya hal ini tak hanya berdampak pada bidang perikanan namun juga sosial dan ekonomi.

Mengenai dampak lautan dunia yang berubah, laporan tersebut berfokus pada Venesia, Italia, yang pada November 2019 mengalami empat peristiwa air ekstrem berturut-turut. Hal itu terutama disebabkan oleh permukaan laut yang lebih tinggi dari rata-rata.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts