Korea Utara Sampaikan Keberhasilan Uji Coba Rudal Hipersonik Baru
Dunia

Seperti yang diketahui, Korea Utara sangat getol mengembangkan program persenjataan nuklirnya. Baru-baru ini, Korut kembali melakukan uji coba rudal hipersonik miliknya.

WowKeren - Pada Rabu (29/9), Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menguji coba rudal hipersonik baru yang disiratkan tengah dikembangkan bertenaga nuklir. Hal ini disebut sebagai rencana untuk terus memperluas kemampuan militernya dan menekan Washington serta Seoul, Korea Selatan (Korsel) atas negosiasi yang telah lama terhenti mengenai senjata nuklirnya.

Melansir AP News, uji coba rudal tersebut dilakukan pada Selasa (28/9). Uji coba ini merupakan peluncuran putaran ketiga Korut bulan ini dan berlangsung tidak lama sebelum utusan Korut untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh Amerika Serikat (AS) bermusuhan dan menuntut pemerintah Joe Biden secara permanen mengakhiri latihan militer bersama Korsel dan penyebaran aset strategis di wilayah tersebut.

Berdasarkan sebuah foto yang diterbitkan oleh media pemerintah Korut, menunjukkan bahwa sebuah rudal yang dipasang dengan muatan berbentuk kerucut melayang ke udara di tengah nyala api oranye terang.


Sementara itu, kantor berita pusat Korea resmi mengatakan bahwa rudal itu selama uji terbang pertamanya memenuhi persyaratan teknis utama, termasuk stabilitas peluncuran dan kemampuan manuver serta karakteristik penerbangan dari "hulu ledak meluncur hipersonik yang terlepad."

Pengumuman yang dibuat oleh Korut mengenai keberhasilan atas uji coba rudal hipersonik baru itu dilakukan satu hari setelah militer Korsel dan Jepang mengatakan bahwa mereka mendeteksi Korut menembakkan rudal ke laut timurnya. Komando Indo-Pasifik AS mengatakan bahwa peluncuran itu menyoroti "dampak destabilisasi dari program senjata gelap (Korut)."

Pada pekan lalu, Korut menawarkan untuk meningkatkan hubungan dengan Korsel jika kondisi tertentu terpenuhi, tampaknya kembali ke pola demonstrasi senjata yang bercampur dengan tawaran perdamaian untuk merebut konsesnsi di luar. Seperti yang diketahui, negosiasi mengenai program nuklirnya telah menemui jalan buntu sejak Februari 2019 lalu.

Korut sendiri telah menuntut pencabutan sanksi yang dipimpin AS sambil bersikeras bahwa pihaknya memiliki hak atas program senjata nuklir. Para pejabat AS pun menegaskan bahwa sanksi tetap berlaku sampai Korut mengambil langkah nyata menuju denuklirisasi.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait