PM Haiti Sebut Pemilu Harus Segera Diadakan Usai Presiden Tewas Karena Dibunuh
Dunia

Kasus pembunuhan Presiden Haiti hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Sementara itu, Haiti mengalami ketidakstabilan usai Jovenel Moise meninggal pada Juli lalu.

WowKeren - Pada awal bulan Juli lalu, Presiden Haiti Jovenel Moise ditemukan tewas di kediamannya. Moise diketahui meninggal usai diserang oleh sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal.

Kini, Perdana Menteri (PM) Haiti, Ariel Henry mengatakan bahwa ia berencana untuk segera menyelenggarakan referendum untuk mengubah konstitusi negara pada Februari mendatang. Selain itu, ia juga berencana untuk mengadakan pemilihan presiden dan legislatif pada awal tahun depan.

Rencana itu disampaikan Henry di tengah Haiti terus bergulat dengan ketidakstabilan politik yang mendalam. Henry sendiri dilantik menjadi PM sementara Haiti, beberapa minggu setelah kejadian pembunuhan terhadap Moise.

Henry menjelaskan bahwa ketidakpercayaan menjadi tantangan terbesar yang dihadapinya. "Pemilu harus diadakan sesegera mungkin, orang-orang tidak percaya apa yang dikatakan," papar Henry dalam wawancara resmi kepada kantor berita The Associated Press, Selasa (28/9).

Adapun pernyataan tersebut disampaikan Henry satu hari setelah ia menerbitkan dekrit yang mengumumkan bahwa anggota Dewan Pemilihan Sementara (CEP) telah diberhentikan. Hal ini disebut sebagai sebuah langkah yang menunda pemungutan suara tanpa batas waktu.


Setelah mendiskusikan waktu untuk melaksanakan pemilihan, CEP telah menetapkan piutaran pertama pemungutan suara dalam pemilihan presiden dan legislatif, serta referendum konstitusional pada 7 November mendatang. CEP menuturkan bahwa usai tewasnya Moise itu membuat negara mengalami ketidakstabilan.

Selain itu, menurut CEP, meninggalnya Moise juga memicu ketidakpastian politik yang lebih dalam. Kemudian juga meningkatkan kekhawatiran di antara penduduk bahwa kekerasan di ibu kota akan semakin buruk.

Mengenai kasus pembunuhan terhadap Moise, sebelumnya penuntut utama Haiti sempat menuding bahwa Henry terlibat dalam kasus tersebut, sehingga meminta PM Haiti itu untuk didakwa. Akan tetapi, Henry membantah keras tudingan itu dan lantas memecat jaksa tersebut.

Sebagai informasi, Henry diangkat menjadi PM Haiti beberapa hari sebelum Moise terbunuh. Henry juga dikukuhkan sebagai PM Haiti di bulan Juli lalu.

Hingga saat ini, kasus pembunuhan Moise masih dalam penyelidikan dalam dekrit sejak 2019. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) mendesak agar Haiti segera melaksanakan pemilu agar negara bisa kembali stabil.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait