Pemerintah Lanjutkan PPKM Jawa-Bali dan Uji Coba Penerapan Level 1 di Kota Blitar
Nasional
PPKM Darurat

Menko Luhut mengungkapkan dalam penerapan PPKM hingga dua minggu ke depan, ada 20 kabupaten/kota yang bertahan di Level 2. Wilayah-wilayah ini didominasi oleh Solo Raya dan Semarang Raya.

WowKeren - Pemerintah kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level di wilayah Jawa-Bali. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengungkapkan dalam penerapan PPKM hingga dua minggu ke depan, ada 20 kabupaten/kota yang bertahan di Level 2. Wilayah-wilayah ini didominasi oleh Solo Raya dan Semarang Raya.

Meski demikian, ada sejumlah wilayah yang justru turun dari PPKM Level 2 menjadi Level 3. Luhut mengungkapkan jumlah wilayah PPKM Level 3 di Jawa-Bali bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota.

"Karena mereka belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi. Jadi capaian vaksinasi yang kita tambahkan jadi kriteria minggu lalu itu belum tercapai, sehingga mereka turun level," papar Luhut dalam konferensi pers pada Senin (4/10).

Sementara itu, kawasan aglomerasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) masih berada di PPKM Level 3. Pasalnya, ada tiga wilayah yang masih belum memenuhi target vaksinasi COVID-19.


"Kami akan melakukan task force untuk ini, jadi ada 2 juta vaksin yang akan kita suntikkan dalam waktu minggu-minggu ke depan. Setelah ini akan kita matangkan mengenai pelaksanaannya," jelas Luhut.

Selain itu, Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan percobaan pemberlakuan PPKM Level 1 di Kota Blitar, Jawa Timur. Pasalnya, Kota Blitar dinilai telah memenuhi syarat indikator WHO dan target vaksinasi COVID-19.

"Pemerintah akan melakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1, new normal, di Kota Blitar," ujar Luhut. "Implementasi uji coba PPKM Level 1diberlakukan karena telah memenuhi syarat indikator WHO, dan target cakupan vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen dan dosis 1 lansia sebesar 60 persen."

Nantinya, implementasi PPKM Level 1 di Kota Blitar ini akan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal. Luhut mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk task force alias Satgas yang terdiri dari pakar dan ahli untuk tinggal di Blitar selama beberapa waktu dan memonitor penerapan PPKM Level 1.

"Kalau ini nanti berhasil, kita akan kembangkan ke kota-kota yang dapat masuk kepada Level 1," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts