Jokowi Buka-Bukaan Alasan RI 'Ngotot' Ambil Alih Freeport, Blok Mahakam, dan Blok Rokan
BPMI Setpres/Laily RE
Nasional

Saat ini, mayoritas saham PT Freeport Indonesia diketahui telah dikuasai Tanah Air. Sedangkan 100 persen pengelolaan Blok Mahakam dan Blok Rokan telah diserahkan ke Pertamina.

WowKeren - Blok pertambangan dan migas di Indonesia, yang selama ini dikuasai asing, beberapa sudah berhasil kembali diambilalih pemerintah. Termasuk PT Freeport Indonesia yang mayoritas sahamnya telah dimiliki Tanah Air, lalu Blok Mahakam dan Rokan yang sudah dikembalikan ke PT Pertamina (Persero).

Presiden Joko Widodo pun menjelaskan alasan di balik upaya pengambilalihan ini. Ternyata hal ini berkaitan dengan upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari industri pertambangan.

"Kita harus menjamin dan meningkatkan nilai tambah. Jadi nilai tambah ini penting sekali. Nilai tambah yang maksimal untuk kepentingan nasional kita dan rakyat kita," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/10).

"Itulah mengapa kepemilikan beberapa perusahaan asing kita ambilalih. Freeport misalnya yang sudah 54 tahun dikelola oleh Freeport-McMoRan, dua tahun lalu mayoritas telah kita ambil sahamnya sehingga dari 9 persen menjadi mayoritas 51 persen," imbuh sang RI 1.


Selain Freeport, Indonesia melalui Pertamina juga kini telah menguasai 100 persen Blok Mahakam yang 43 tahun sebelumnya dikelola oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation dari Prancis. Lalu Blok Rokan juga yang 100 persen kini dimiliki Pertamina setelah 97 tahun dikelola Chevron.

Namun perjuangan menambah nilai tambah industri pertambangan Indonesia tak berakhir sampai di sini. Jokowi mengungkap target yang harus dikejar Indonesia berikutnya, yakni meningkatkan nilai produksinya.

"Sekarang tinggal kita lihat kita bisa tidak melanjutkan meningkatkan produksi dari yang sudah kita ambil alih ini. Inilah yang jadi pertanyaan," tutur Jokowi. "Tapi kita lihat nanti setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun akan kita lihat mampukah kita (meraih nilai tambah)."

Namun tentu saja, Jokowi mendorong agar industri pertambangan ini dikelola dengan kehati-hatian, termasuk dari segi pelestarian dan keberlanjutan sumber daya alamnya. Sebab bila tidak dikelola dengan baik dan hati-hati malah bisa menjadi sebuah musibah.

Sedangkan diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memproyeksikan laba bersih Freeport tahun 2021 ini akan meningkat 4 kali lipat. Sedangkan MIND ID selaku BUMN holding terkait mengestimasikan bisa balik modal atas Freeport pada 2025 mendatang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts