Ramai Kabar Vaksin Pfizer Terkontaminasi Radiasi di Thailand, Begini Kata Kemenkes
AFP
Dunia
Vaksin COVID-19

Kontroversi ini bermula dari fakta bahwa vaksin mRNA menggunakan nanopartikel lipid, yakni lipid terionisasi yang membantu vaksin mRNA memasuki sel untuk proses pengiriman.

WowKeren - Vaksin mRNA Pfizer menghadapi tuduhan terkontaminasi radiasi di Thailand. Tak tinggal diam, Kementerian Kesehatan Masyarakat pun melawan tuduhan tersebut.

Kementerian meyakinkan bahwa semua vaksin yang digunakan saat ini di Thailand telah diuji dan aman untuk digunakan. Direktur Divisi Pengendalian Bahaya dan Penyakit Darurat Kesehatan di Departemen Pengendalian Penyakit, Dr Chawetsan Namwat, menegaskan bahwa semua vaksin yang digunakan di Thailand telah berhasil diterapkan di negara-negara lain di seluruh dunia tanpa masalah besar.

Perlu digarisbawahi jika semua vaksin yang masuk ke Thailand menjalani pemeriksaan quality control yang ketat. Setiap kelainan atau masalah yang terdeteksi dalam pemeriksaan kontrol kualitas ini akan mengakibatkan penangguhan langsung penggunaan merek tersebut di Thailand.

Tak berhenti sampai di situ, jika memang ada masalah maka semua vaksin akan ditarik kembali begitu juga dengan yang telah didistribusikan. Vaksin itu kemudian akan dibuang.


Adapun kontroversi ini bermula dari fakta bahwa vaksin mRNA menggunakan nanopartikel lipid, lipid terionisasi yang membantu vaksin mRNA memasuki sel untuk pengiriman. Beberapa telah menyuarakan keprihatinan bahwa mereka percaya lipid ini telah terkontaminasi dengan radiasi.

Kendati demikian, direktur menyatakan bahwa lipid itu sama dengan yang telah lama digunakan di Uni Eropa dan Amerika Serikat, dan telah terbukti aman. Ia juga menolak klaim yang menyebutkan mereka yang divaksin mRNA mengembangkan gejala yang lebih parah jika terinfeksi COVID-19. Ia menegaskan klaim ini sepenuhnya salah.

Vaksin Pfizer telah terbukti 95 persen efektif dalam mencegah gejala parah pada kematian, membuat gejala jauh lebih ringan daripada mereka yang tidak divaksinasi. Di Thailand, vaksin ini telah digunakan secara luas.

Adapun kelompok pertama yang menerima vaksin ini adalah para tenaga medis. Beberapa ekspatriat di daerah wisata seperti Koh Samui juga dapat mendaftar dan menerima vaksin Pfizer. Sedangkan jutaan siswa yang telah mendaftar akan menerima suntikan vaksin ini dalam beberapa minggu mendatang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts