Bendera Merah Putih Tak Dikibarkan Saat Menang Piala Thomas, DPR Akan Tegur Menpora
Instagram/badminton.ina
Nasional

Indonesia telah berhasil meraih juara dalam ajang Piala Thomas 2020. Akan tetapi dibalik kemenangan itu, ada kenyataan menyedihkan bagi masyarakat Indonesia.

WowKeren - Setelah 19 tahun "berpuasa" juara dalam ajang Piala Thomas, tim bulu tangkis Indonesia akhirnya bisa merebut kembali gelar juara itu. Hal ini lantas disambut dengan gembira oleh Presiden Joko Widodo.

Akan tetapi sangat disayangkan, dibalik rasa senang dan bangga atas prestasi yang telah ditorehkan di ajang Piala Thomas 2020, bendera Merah Putih tidak dikibarkan. Bahkan saat naik ke podium dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dipakai justru bendera berlogo Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Adapun alasan dibalik tidak dikibarkannya bendera Merah Putih itu disebut lantaran Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dikenai hukuman oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada 8 Oktober lalu. WADA menilai bahwa LADI tidak patuh dalam melaksanakan pengujian doping yang efektif kepada tiap atlet di seluruh cabang olahraga.


Maka dari itu, para atlet Indonesia yang ikut berlaga dalam kompetisi internasional tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih saat bertanding. Tidak hanya itu, LADI juga menerima hukuman lainnya yakni larangan menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, atau internasional selama masa penangguhan.

Terkait dengan permasalahan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan bahwa pihaknya akan menegur Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. "Kita akan menegur Menpora terkait hal ini segera setelah sidang dibuka kembali," papar Dede kepada Republika.co.id, Senin (18/10).

Lebih lanjut, Dede menuturkan bahwa sanksi yang diberikan oleh WADA terhadap LADI yang tidak mengizinkan bendara Merah Putih dikibarkan bersamaan dengan diputarnya lagu Indonesia Raya, harus benar-benar menjadi catatan negara. Ia menegaskan, meskipun saat ini masih dalam pandemi COVID-19, namun tidak boleh melupakan jadwal yang sudah ditentukan. Atas sanksi itu, bakal menjadi evaluasi kepada Kemenpora agar lebih berhati-hati, khususnya menyangkut aturan internasional.

Di sisi lain, Dede mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi atas prestasi yang telah ditorehkan oleh atlet bulu tangkis Indonesia dalam ajang Piala Thomas. "Tentu bangga dan harus, setelah 19 tahun piala Thomas bisa kembali ke kita, perjuangan adik-adik atlet bulu tangkis dan PBSI yang luar biasa," tandas Dede.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts