Presiden Brasil Jair Bolsonaro Dituduh Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
Dunia
Pandemi Virus Corona

Panel Senat memeriksa apakah tindakan Presiden Jair Bolsonaro telah menyebabkan banyak kematian COVID-19 di Brasil. Komite lantas menyerukan dakwaan Bolsonaro atas berbagai tuduhan.

WowKeren - Sebuah laporan Senat Brasil merekomendasikan agar Presiden Jair Bolsonaro didakwa atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan tuduhan lain atas penanganannya terhadap pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 diketahui telah merenggut nyawa lebih dari 600 ribu orang di Brasil, angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Bolsonaro sendiri langsung membantah tuduhan tersebut dan bersikeras bahwa ia "tidak bersalah apa-apa". Padahal Bolsonaro kerap meremehkan ancaman COVID-19 dan mengabaikan pedoman kesehatan internasional tentang penggunaan masker serta aktivitas publik. Ia juga dilaporkan kerap menggembar-gemborkan informasi yang salah dan perawatan yang tidak terbukti.

Adapu panel Senat yang beranggotakan 11 orang telah memeriksa apakah tindakan Bolsonaro telah menyebabkan banyak kematian COVID-19 di Brasil. Dalam laporan yang berjumlah hampir 1.200 halaman tersebut, komite menyerukan dakwaan Bolsonaro atas berbagai tuduhan. Mulai dari penipu dan menghasut kejahatan, hingga penyalahgunaan dana publik dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam laporan itu, Bolsonaro disebut telah menekankan apa yang disebut obat pengobatan dini seperti obat antimalaria hydroxychloroquine sebagai "satu- satunya kebijakan pemerintah untuk memerangi pandemi". Hal ini membuat Bolsonaro dinilai "sangat terlibat dalam penyebaran COVID-19 di wilayah Brasil dan, dengan demikian, menunjukkan dirinya sebagai orang utama yang bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah federal selama pandemi".


Keputusan untuk melanjutkan dakwaan ini akan tergantung pada jaksa agung Brasil, orang yang ditunjuk Bolsonaro, dan sekutunya. Bolsonaro sendiri telah berulang kali menggambarkan penyelidikan Senat sebagai motif politik yang bertujuan untuk menyabotasenya. Ia juga membantah telah melakukan kesalahan.

"Kami tahu kami tidak bisa disalahkan atas apa pun. Kami tahu kami melakukan hal yang benar sejak saat pertama," ujar Bolsonaro.

Sementara itu, Kantor Jaksa Agung Augusto Aras mengatakan bahwa laporan tersebut akan dianalisis secara hati-hati setelah diterima. Adapun Senator Omar Aziz yang memimpin komite Senat tersebut mengaku sudah ada cukup bukti untuk menjebloskan Bolsonaro di balik jeruji besi.

"Jika Jaksa Agung tidak melakukan apa-apa, kami akan pergi ke Mahkamah Agung dan juga ke Mahkamah Internasional di Den Haag," tegas Aziz. "Kami akan terus menekan untuk memastikan keadilan ditegakkan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts