LRT Jabodebek Tabrakan Diduga Akibat Human Error, INKA Tetap Lanjutkan Uji Coba
Nasional

Dirut INKA menyatakan uji coba LRT Jabodebek tetap dilanjutkan meski ada 2 rangkaian yang tabrakan pada Senin (25/10) kemarin. INKA pun mengaku belum menaksir berapa kerugian yang ditimbulkan.

WowKeren - Uji coba light rail transit (LRT) Jabodebek pada Senin (25/10) kemarin diwarnai dengan peristiwa mengejutkan. Sebab terjadi kecelakaan pada dua rangkaian LRT di kawasan Munjul, Cibubur, Jakarta Timur.

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro, menduga ada human error dari pihak masinis hingga menyebabkan peristiwa tersebut. Oleh karena itulah, Budi menyebut uji coba rangkaian LRT lainnya tetap berjalan meski ada 2 di antaranya yang terlibat kecelakaan.

"Yang dua ini setelah proses investigasi KNKT dan pihak kepolisian selesai, akan diambil bawa ke INKA," tutur Budi dalam jumpa persnya di Madiun, Jawa Timur, Senin (25/10). "Sedangkan yang lain jalan semua, normal saja tidak apa-apa. Kan ada dua rel di situ."

Total terdapat 31 rangkaian atau trainset yang akan menjalani uji coba. Sedangkan Budi sendiri berharap agar proses investigasi KNKT dan kepolisian tidak berlangsung lama agar kereta yang mengalami kecelakaan bisa segera diperbaiki di INKA Madiun.

Budi juga memastikan INKA akan bertanggung jawab sebab LRT Jabodebek saat ini masih dalam tahap pengujian alias belum beroperasi resmi. Meski demikian, INKA ternyata belum menghitung rinci berapa kerugian yang dialami akibat kecelakaan kemarin.


Total kerugian, menurut Budi, baru bisa ditaksir apabila tim investigasi sudah melakukan identifikasi lanjutan. Sedangkan saat ini kecelakaan baru diidentifikasi mengakibatkan kerusakan di area kabin kereta.

"Belum tahu saya. Tim kami berangkat malam ini, mungkin malam baru kalkulasinya," kata Budi, dikutip pada Selasa (26/10).

Selain INKA, PT Adhi Karya Tbk., (Persero) juga akan bekerja sama menginvestigasi tabrakan kereta lintas rel terpadu (LRT) tersebut. "Sedang diinvestigasi bersama-sama (dengan INKA)," terang Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson, kepada CNN Indonesia.

Sebelumnya dilaporkan terjadi kecelakaan kereta LRT yang diidentifikasi dari rangkaian 20 dan 29. Rangkaian 29 dipindah dari jalur LRT Ciracas ke Stasiun Harjamukti.

Namun dalam proses pemindahan tersebut, masinis diduga mengendalikan kereta dengan kecepatan di atas standar sehingga menabrak rangkaian nomor 20 yang terparkir di Harjamukti. "Pada saat trainset 29 mau bergabung ke arah Harjamukti terjadi tumburan. Ini masih diinvestigasi," jelas Budi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts