Senat Sepakat Tuntut Presiden Brasil Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Lantaran Abaikan COVID-19
AP
Dunia

Senat yakin tuntutan mereka akan 'dimentahkan' karena Jaksa Agung pro-Presiden Jair Bolsonaro. Namun setidaknya ini akan menurunkan elektabilitas Bolsonaro di Pemilu berikutnya.

WowKeren - Senat Brasil akhirnya sepakat untuk menuntut Presiden Jair Bolsonaro terkait dengan penanganan COVID-19 di negara tersebut. Tak tanggung-tanggung, Senat menjatuhkan setidaknya 9 tuntutan pidana terhadap Bolsonaro, termasuk di antaranya kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan tuntutan ini disusun oleh Komite Investigasi Senat dengan tebal mencapai 1.300 halaman, berdasarkan penelusuran selama 6 bulan. Setidaknya ada tambahan 77 nama dan 2 perusahaan yang dituntut dalam laporan tersebut, termasuk tiga anak Bolsonaro.

Dan setelah disepakati oleh komite pada Selasa (26/10) kemarin, sebanyak 7 dari 11 Senat pun ikut menyampaikan persetujuannya. Beberapa dakwaan yang dijatuhkan kepada Bolsonaro meliputi pula pasal penipuan serta hasutan untuk berbuat kejahatan, dalam hal ini lalai menghadapi pandemi COVID-19.

"Kekacauan pemerintahan Jair Bolsonaro akan masuk sejarah sebagai tingkat kemelaratan manusia paling rendah," tutur Senator Renan Calheiros. Bahkan Calheiros menyebut Bolsonaro sejajar dengan beberapa diktator keji seperti Adolf Hitler hingga Augusto Pinochet.


Laporan tersebut juga mendesak Mahkamah Agung Brasil untuk membekukan akses Bolsonaro terhadap media sosialnya, termasuk YouTube, Twitter, Facebook, dan Instagram. Sebab Senat Brasil berpandangan Bolsonaro terus-menerus menyebarkan tuduhan palsu seperti vaksin COVID-19 terkait dengan AIDS.

Sebagai informasi, dalam konferensi pers mingguannya, Bolsonaro mengaku mendapat "laporan resmi" dari pemerintah Inggris yang menyatakan bahwa, "Orang yang divaksinasi penuh terhadap COVID-19 mengembangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome jauh lebih cepat dari yang diperkirakan." Namun pernyataan ini segera dibantah pihak Inggris, diikuti dengan pemblokiran video terkait di Facebook dan YouTube.

Laporan juga menyimpulkan Bolsonaro "sengaja mengekspos" orang Brasil ke "infeksi massal" dengan dalih bisa membentuk kekebalan komunal alias herd immunity terhadap COVID-19. Komite juga menyoroti sikap Bolsonaro yang selalu meremehkan pendapat ahli terkait dengan pengendalian wabah COVID-19.

Kendati demikian, Senat juga pesimis tuntutan mereka akan ditindaklanjuti karena para wakil rakyat (house of representatives) maupun Jaksa Agung merupakan pihak-pihak yang mendukung Bolsonaro. Meski demikian, Senat berharap tuntutan pidana ini bisa membuat elektabilitas Bolsonaro menurun, terutama jelang Pemilu setahun mendatang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts