Kemungkinan Dipakai di RI, FDA AS Restui Vaksin COVID-19 Pfizer Untuk Anak-Anak
AP Photo/Rogelio V. Solis
Dunia
Vaksin COVID-19

Panel pakar FDA AS memberikan izin penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk anak-anak usia 5-11 tahun. Vaksin ini kemungkinan juga dipakai untuk anak-anak Indonesia.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat mengungkap rencana vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak usia 5-11 tahun. Digelar mulai 2022 mendatang, vaksinasi ini rencananya melibatkan 3 jenis vaksin, termasuk Pfizer-BioNTech.

Pada Selasa (26/10) kemarin, panel pakar Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memutuskan mengizinkan pemakaian vaksin Pfizer-BioNTech untuk penerima usia 5-11 tahun. FDA menyebut manfaat dari pemberian vaksin ini melampaui risiko yang ditimbulkan.

Pendapat FDA sendiri masih akan dikolaborasikan dengan rekomendasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) yang akan menggelar rapat terkait pada pekan depan. Dengan demikian setelahnya CDC bisa menurunkan izin penggunaan vaksin Pfizer sebagai langkah pengendalian wabah COVID-19 di kalangan anak-anak di AS.

Saat ini sekitar 28 juta anak-anak di kategori 5-11 tahun menunggu izin untuk mendapat vaksinasi COVID-19, kebanyakan karena dijadwalkan untuk segera kembali ke sekolah. Sedangkan Akademi Dokter Anak AS menyatakan lebih dari 500 anak-anak di Negeri Paman Sam meninggal akibat terpapar COVID-19.


"Ini adalah pembunuh anak-anak terbanyak ke-8," ujar pakar vaksin anak-anak CDC, Dr Amanda Cohn. "Menggunakan vaksin bisa mencegah kematian, mencegah kemungkinan masuk ICU, hingga mencegah terjadinya efek serius jangka panjang untuk anak-anak."

Penelitian menunjukkan sedikit kasus anak-anak terpapar COVID-19 yang sampai mengembangkan gejala serius atau bahkan meninggal dunia. Namun beberapa di antaranya mengembangkan komplikasi. Selain itu tingkat infeksi, terutama karena varian Delta, di kalangan anak-anak yang belum divaksin pun meningkat begitu cepat.

Terkait dengan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk anak-anak, disebutkan mereka akan menerima dosis yang lebih rendah, yakni hanya 10 mikrogram. Dosis ini setara sepertiga takaran yang diberikan untuk penerima usia 12 tahun ke atas, yakni 30 mikrogram.

Dengan dosis tersebut, vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan efikasi hingga 90,7 persen. Namun meski efikasi yang tinggi, panel pakar saat ini masih mempertimbangkan penerima vaksin karena temuan kasus inflamasi otot jantung (miokarditis) yang ditemukan pada penerima vaksin Pfizer dan Moderna usia muda.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts