Hampir 99% Infeksi COVID-19 Baru di Thailand Disebabkan Oleh Varian Delta
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pengujian pada minggu 16-22 Oktober menemukan bahwa 98,6 persen infeksi COVID-19 di Thailand berasal dari Varian Delta. 0,8 persen merupakan Varian Beta, dan 0,6 persen merupakan Varian Alpha.

WowKeren - Prediksi ahli bahwa Varian Delta COVID-19 akan menjadi strain dominan di Thailand pada bulan Agustus telah menjadi kenyataan. Namun pengujian menunjukkan bahwa 98,6 persen dari seluruh infeksi COVID-19 baru di Thailand merupakan Varian Delta.

Pengujian pada minggu 16-22 Oktober menemukan bahwa hampir 99 persen infeksi COVID-19 di Thailand berasal dari Varian Delta. 0,8 persen merupakan Varian Beta, dan 0,6 persen merupakan Varian Alpha.

Data dari Departemen Ilmu Kedokteran ini terungkap di saat strain Delta Plus telah ditemukan di Thailand. Varian kemungkinan lebih mudah menular hingga 15 persen. Varian Delta Plus baru yang menimbulkan kekhawatiran ini adalah salah satu dari 47 subvarian Delta Plus yang sejauh ini diidentifikasi di seluruh dunia.

Sejauh ini, 19 subvarian di antaranya telah ditemukan di Thailand. Namun para peneliti mengatakan tidak satupun dari varian-varian tersebut yang menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka lebih resisten terhadap vaksin atau penyebaran lebih cepat daripada varian Delta utama.


Di sisi lain, Thailand sudah siap membuka pintu pariwisata bagi wisatawan asing. Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand pun menyatakan bahwa deteksi kasus Varian Delta Plus tidak akan mempengaruhi rencana negara itu untuk dibuka kembali untuk wisatawan internasional pada 1 November mendatang.

"Karena virus bermutasi sepanjang waktu, hanya mutasi yang menyebabkan penyakit parah dan membuat virus lebih mudah menyebar atau menjadi resisten terhadap obat yang mengobati varian Alpha dan Delta yang dianggap signifikan," ujar Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Sathit Pitutecha.

Mulai 1 November, Thailand akan mulai menyambut pelancong dari 45 negara berisiko rendah dan satu wilayah administrasi khusus tanpa mengharuskan mereka menjalani karantina. Namun para pelancong tersebut harus sudah menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh dan dinyatakan negatif COVID-19 sebelum bepergian.

Meski bebas karantina, para pelancong tetap harus menginap di hotel yang ditunjuk pemerintah Thailand selama semalam sembari menunggu hasil tes COVID-19 yang dilakukan pada saat kedatangan. Setelah dinyatakan bersih dari COVID-19, mereka kemudian akan diizinkan untuk bepergian dengan bebas di negara itu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts