Crazy Rich Surabaya, Uci Flowdea akan pergi ke Paris bersama dengan Marissya Icha. Kepergiannya tersebut guna untuk membuktikan keaslian tas Hermes yang dijual Medina Zein.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 01 November 2021 - 10:56 WIB
WowKeren - Polemik kasus dugaan bisnis tas KW Medina Zein diketahui tak kunjung usai. Bahkan Medina sudah dua kali dilaporkan ke pihak kepolisian oleh dua pihak yang berbeda yakni Marissya Icha dan Uci Flowdea yang lebih dikenal dengan Crazy Rich Surabaya.
Keduanya menduga bahwa tas Hermes yang dijual Medina palsu. Lantas kini keduanya mengaku siap untuk terbang ke Paris demi membuktikan keasliannya. Meski Hermes Indonesia telah menyatakan tas itu palsu rupanya Medina masih tak percaya.
"Oh iya soal kasus tas updatenya gini, itu kan pembuktiannya agak rumit, karena sekalipun Hermes Indonesia udah tahu misalnya itu bukan barang asli, tapi kan dia tidak bisa mengeluarkan surat bahwa tas itu kan dari Paris," ujar Marissya Icha di Polda Metro Jaya.
"Rencananya, akhir tahun ini aku sama kak Uci akan membawa tas itu ke Paris nah jadi pembuktiannya itu. Karena orang ini kan bersikeras untuk tidak bilang kalau tas itu asli, udah nanti kita bawa aja nanti ke Paris," ungkapnya.
Marissya merasa bahwa kepergiannya ke Paris untuk mengetahui keaslian tas yang dibelinya sangatlah penting untuk pembuktiannya di kantor polisi. "Karena untuk membuktikan ke kepolisian kan harus punya surat bahwa tas itu tidak autentik," lanjutnya.
Marissya Icha juga menerangkan bahwa bukan hanya dirinya yang menjadi korban atas pembelian tas branded dari Medina. Ia menyebutkan bahwa ada lima lebih korban lagi yang membeli tas palsu dari Medina.
"Kalau memang dia tidak ngaku kalau itu tidak asli, kita bawa aja ke Paris Desember ini. Ada lebih dari lima, kalau di total ada lima artis yang saya tahu ya, berarti banyak banget, ada selebgram inisialnya W dia beli Rp 580 juta. Dan itu nggak asli," bebernya.
Dan kini para korban pun mulai melaporkan Medina karena merasa uang mereka belum juga dikembalikan. "Ya tetap, semuanya pada minta dananya dikembalikan. Yang buat LP di sini udah lebih dari 5 orang. Bukan saya aja. Semuanya masih menunggu dikembalikan. Tapi kan tidak ada satu pun yang dikembalikan. Berarti nggak ada etika baik," pungkas Marissya.
(wk/lail)