Dijadwalkan Ulang, NASA Umumkan Alasan Penundaan Peluncuran Roket SpaceX
Dunia

NASA mengumumkan bahwa jadwal peluncuran roket SpaceX dengan terpaksa harus kembali ditunda. Selain itu, NASA juga menyampaikan alasan penundaan peluncuran itu.

WowKeren - Baru-baru ini, NASA telah mengumumkan mengenai alasan penundaan peluncuran roket SpaceX. Sebagai informasi, pada awalnya, peluncuran ini akan dilakukan pada Rabu (3/11), akan tetapi ditunda dan dijadwalkan ulang pada Sabtu (6/11) mendatang.

Adapun alasan dibalik penundaan peluncuran roket SpaceX itu, NASA mengatakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang jarang terjadi dari 4 astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, penundaan kedua misi dalam satu minggu. Alasannya adalah masalah medis yang tidak ditentukan dengan salah satu kru.

Pada Senin (1/11), NASA menegaskan bahwa masalah kesehatan itu bukan lah darurat medis dan tidak terkait dengan COVID-19. Meski demikian, pihaknya enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai permasalahan kesehatan itu menimpa astronot yang mana saja.


NASA menjelaskan bahwa sedianya peluncuran roket SpaceX itu diluncurkan pada Minggu (31/10) lalu, tetapi ditunda hingga Rabu (3/11). Namun sangat disayangkan, akibat kondisi cuaca yang tidak sesuai, kini peluncurannya telah dijadwalkan ulang kembali yakni pada Sabtu (6/11).

Melansir Al Jazeera, penundaan peluncuran roket SpaceX dengan alasan masalah medis ini, terakhir kali terjadi pada penerbangan Space Shuttle Atlantis pada tahun 1990 silam. Pada kala itu, komandan misi John Creighton jatuh sakit. Menurut NASA, saat itu penerbangan ditunda dengan minimal 3 hari sampai mendapatkan izin terbang.

Sementara untuk roket buatan SpaceX yang akan terbang pada pekan ini, terdiri dari kapsul Crew Dragon yang bertengger di atas roket Falcon 9 dua tahap. Rencananya akan terbang pada Sabtu (6/11) pukul 11.36 waktu setempat dari NASA Kennedy Space yang merupakan Pusat di Cape Canaveral, Florida.

Lebih lanjut, berdasarkan perhitungan NASA, dan semua berjalan lancar, maka 3 astronot Amerika Serikat (AS) dan awak Badan Antariksa Eropa (ESA) yang dikirim akan tiba di tujuannya dalam kurun waktu 22 jam. Kemudian berlabuh dengan stasiun luar angkasa 400 km di atas Bumi untuk memulai misi sains enam bulan di laboratorium yang mengorbit.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait